Jakarta, Antartika Media Indonesia – Kabar gembira datang bagi jutaan pengemudi ojek online (ojol) di Indonesia. Kebijakan pemerintah yang menetapkan potongan aplikasi menjadi 8 persen dan mulai berlaku pada 1 Juli 2026 disambut positif oleh berbagai kalangan, termasuk Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus. Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi digital nasional.
Ramses Sitorus mengatakan bahwa para pengemudi ojol memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, setiap kebijakan yang mampu meningkatkan pendapatan mereka patut diapresiasi.
“Kami menyambut baik kebijakan pemerintah yang menurunkan potongan aplikasi menjadi 8 persen. Ini merupakan kabar gembira bagi para pengemudi ojol yang selama ini bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar berpihak kepada rakyat kecil,” ujar Ramses dalam keterangannya, Rabu (24/6).
Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir para pengemudi ojol kerap menyuarakan aspirasi terkait besaran potongan aplikasi yang dinilai mengurangi pendapatan mereka. Dengan adanya penyesuaian tersebut, pengemudi diharapkan dapat memperoleh bagian pendapatan yang lebih besar dari setiap layanan yang diberikan.
Ramses menilai langkah pemerintah tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok pekerja sektor informal yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Ia menjelaskan bahwa tambahan pendapatan yang diterima para pengemudi ojol nantinya tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu, tetapi juga akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Pendapatan yang meningkat akan mendorong daya beli masyarakat dan memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat bawah.
“Ketika penghasilan pengemudi meningkat, maka daya beli keluarga mereka juga meningkat. Ini akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara lebih luas, mulai dari warung kecil hingga pelaku UMKM di lingkungan sekitar,” katanya.
Ketum Antartika juga berharap kebijakan tersebut dapat diikuti dengan peningkatan perlindungan sosial bagi para pengemudi ojol, termasuk akses terhadap jaminan kesehatan, keselamatan kerja, dan program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, ia mengajak perusahaan aplikasi untuk mendukung kebijakan pemerintah dan membangun kemitraan yang lebih adil dengan para pengemudi. Menurutnya, hubungan yang sehat antara perusahaan dan mitra pengemudi akan menciptakan ekosistem transportasi digital yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Ramses menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi digital Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran jutaan pengemudi ojol yang setiap hari melayani kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian bersama.
“Kebijakan ini adalah bukti bahwa pemerintah mendengar suara rakyat. Para pengemudi ojol telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional, sehingga sudah sepatutnya mereka mendapatkan perlindungan dan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” ujarnya.
Ia optimistis bahwa kebijakan potongan aplikasi sebesar 8 persen akan menjadi langkah awal bagi terciptanya sistem kemitraan yang lebih berkeadilan. Dengan dukungan seluruh pihak, para pengemudi ojol dapat bekerja dengan lebih tenang, produktif, dan sejahtera.
“Ini adalah kabar baik bagi rakyat kecil. Kami mengapresiasi pemerintah yang terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Semoga langkah ini membawa manfaat nyata bagi jutaan pengemudi ojol dan keluarganya di seluruh Indonesia,” tutup Ramses Sitorus.