Jakarta, Antartika Media Indonesia – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat pelaksanaan program gizi dengan mengedepankan pendekatan berbasis data. Langkah tersebut dinilai penting agar berbagai program yang dijalankan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyambut positif langkah BGN yang mulai memfokuskan kebijakan dan pelaksanaan program gizi berdasarkan data yang akurat dan terukur. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program pemerintah.
Ramses menjelaskan bahwa penggunaan data yang tepat akan membantu pemerintah mengidentifikasi daerah dengan tingkat kerawanan gizi yang tinggi, kelompok rentan, hingga wilayah yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan demikian, penyaluran program dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
“Program yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat seperti gizi harus disusun dengan basis data yang kuat. Tujuannya agar bantuan maupun intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Ramses dalam keterangannya, Sabtu (20/6).
Ia menambahkan bahwa selama ini tantangan yang sering muncul dalam pelaksanaan program sosial adalah ketidaksesuaian data penerima manfaat. Akibatnya, masih ditemukan masyarakat yang seharusnya menerima bantuan justru belum terjangkau, sementara ada pula penerima yang dinilai kurang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Menurut Ramses, transformasi digital dan pemanfaatan teknologi dalam proses pengumpulan serta pemutakhiran data harus menjadi perhatian penting. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pemerintah dapat memperbarui kondisi masyarakat secara berkala sehingga kebijakan yang diambil dapat mengikuti kebutuhan riil di lapangan.
Selain itu, ia menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan juga diperlukan untuk mendukung efektivitas program. Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperkuat proses validasi data sekaligus mempercepat pelaksanaan program di berbagai daerah.
Ramses berharap fokus BGN terhadap program gizi berbasis data dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan. Menurutnya, program yang tepat sasaran tidak hanya membantu mengatasi persoalan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.