Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA), Ramses Sitorus, menyatakan dukungan penuh langkah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang berencana menjadi saksi pengungkapan (justice collaborator) dan menyeret nama-nama tokoh besar yang diduga terlibat dalam pusaran korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Ramses, langkah Sony ini sangat berani dan tepat, demi mengungkap kebenaran utuh dan memastikan tidak ada pihak yang luput dari tanggung jawab hukum, meski memiliki jabatan atau pengaruh besar.
“Kami dukung sepenuhnya. Kasus ini tidak boleh berhenti hanya di tiga pejabat BGN. Dana triliunan rupiah tidak mungkin hanya berputar di sana saja; pasti ada jaringan lebih luas dan tokoh-tokoh penting di baliknya,” tegas Ramses, Senin (8/6/2026).
Seperti diketahui, Sony Sonjaya bersama mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung telah ditetapkan tersangka dan ditahan Kejaksaan Agung sejak Rabu (3/6/2026) atas dugaan korupsi pengelolaan MBG 2025–2026. Modusnya mulai dari pengaturan yayasan mitra, mark up pengadaan barang, hingga penyimpangan penempatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Harta kekayaan Sony tercatat melonjak drastis dari Rp906 juta menjadi Rp12,9 miliar hanya dalam 9 bulan menjabat, memicu kecurigaan publik makin besar.
Melalui kuasa hukumnya, Sony mengaku memiliki data lengkap—termasuk di dalam ponsel yang sudah disita penyidik—berisi daftar lebih dari 26 nama tokoh besar, pejabat, dan pengusaha yang diduga menikmati aliran dana korupsi tersebut.
Ia bersedia membongkar semuanya secara resmi dalam pemeriksaan dan persidangan, merasa dirinya dan dua rekannya hanya dijadikan “kambing hitam” oleh pihak yang lebih berkuasa.
Ramses menegaskan, dukungan ini murni demi menyelamatkan program MBG yang sejatinya sangat bermanfaat bagi jutaan anak sekolah, ibu hamil, dan balita.
“Program ini gagasan mulia Presiden Prabowo untuk mengatasi gizi buruk dan stunting. Jangan sampai rusak dan gagal hanya karena ada oknum yang ingin mengeruk keuntungan pribadi,” ujarnya.
Ia meminta Kejagung dan aparat penegak hukum serius menindaklanjuti keterangan Sony, memanggil semua nama yang disebut, dan memeriksa secara mendalam tanpa pandang bulu.
“Jangan ada perlindungan siapa pun. Hukum harus tegak sama rata, dari yang paling bawah sampai yang paling atas,” desak Ramses.
Ketum Antartika juga mengingatkan, publik sudah sangat cermat dan mengawasi proses ini. Jika pengungkapan terhenti atau tidak tuntas, kepercayaan rakyat terhadap pemerintah dan lembaga hukum akan runtuh.
“Rakyat ingin lihat keadilan, bukan setengah-setengah. Kalau terbukti ada nama besar terlibat, mereka harus diadili dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Di akhir pernyataan, Ramses kembali mengapresiasi keberanian Sony berbicara.
“Ini langkah pembersihan penting. Kami berharap setelah ini, MBG bisa dibenahi total, diawasi ketat, dan benar-benar sampai ke penerima manfaat tanpa ada yang dikorupsi lagi. Kami siap mendukung penegak hukum sampai kasus ini selesai tuntas,” pungkasnya.