Jakarta, Antartika Media Indonesia – Proyek peningkatan pagar terminal (lanjutan) di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur terindikasi dikerjakan asal jadi dan tidak memenuhi standar mutu.
Pasalnya, proyek dengan pagu anggaran Rp 4.069.738.258 dan ditenderkan dengan metode epurchasing dengan waktu pemilihan penyedia pada Agustus 2026 nanti baru diirencanakan pada Maret 2026.
“Ada kesan tergesa-gesa dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Lazimnya kegiatan direncanakan dahulu tahun ini dan dilaksanakan pada tahun depan. Bisa jadi ini untuk menyerap anggaran sebesar-besarnya,” ujar Ketua LSM Pemantau Lingkungan dan Pembangunan (PLP) Dominggus Pasaribu dalam siaran persnya yang diterima redaksi, Senin 29 Juni 2026.
Menurutnya, selain pembangunan pagar ada juga proyek pengecatan dinding luar terminal dengan anggaran Rp 1.225.253.175 yang saat ini dalam pengerjaan. Anehnya sejumlah SOP dalam kegiatan tersebut tidak dilakukan.

“Dalam pantauan kami pelaksana kegiatan tidak mengupas terlebih dahulu cat yang lama, kemudian diamplas dan didempul, baru diberi cat dasar. Itu semua tidak dilaksanakan, hanya asal main cat saja,” ungkapnya.
Untuk tahun anggaran 2026 ini UP Terminal Terpadu memang mendapatkan alokasi anggaran yang dicurigai tidak akann sesuai spesifikasi teknis.
“Selain dua kegiatan tadi ada kegiatan pemeliharaan videotron outdoor terminal dengan pagu Rp 5.765.214.000 menggunakan metode pemilihan epurchasing dengan waktu february 2026. Kami akan kaji apakah sesuai spek atau tidak,” jelasnya.
Menurut Dominggo, kecurigaan tersebut muncul bukan tanpa sebab. Anggaran besar yang selama ini dialokasikan berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.
“Sebut saja sejumlah fasilitas seperti eskalator, lift dan toiltet yang tidak dapat digunakan secara maksimal, sementara anggaran perawatan dan pemeliharaan cukup besar,” jelasnya.