Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus, menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang turun langsung mengunjungi Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah gejolak pasar modal nasional. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian dan keseriusan pimpinan DPR dalam mengawal stabilitas pasar modal serta menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Menurut Ramses Sitorus, kehadiran langsung Sufmi Dasco di BEI merupakan langkah positif yang dapat memberikan sinyal bahwa pemerintah dan lembaga legislatif tidak tinggal diam menghadapi dinamika pasar saham. Di tengah ketidakpastian yang terjadi, komunikasi dan koordinasi antarlembaga menjadi penting untuk memberikan kepastian arah kebijakan kepada para pelaku pasar.
Ramses menilai, kehadiran seorang pimpinan DPR di tengah situasi pasar yang bergejolak dapat membantu meredakan kekhawatiran investor, baik domestik maupun asing. Namun, menurutnya, kepercayaan tersebut harus diikuti dengan langkah konkret, transparansi informasi, serta pembenahan tata kelola pasar modal secara konsisten.
“Kami mengapresiasi langkah Pak Sufmi Dasco Ahmad yang datang langsung ke Bursa Efek Indonesia. Ini menunjukkan bahwa persoalan pasar modal mendapat perhatian serius. Kehadiran pimpinan DPR di tengah situasi seperti ini dapat memberikan dorongan psikologis bagi investor sekaligus menunjukkan adanya keseriusan untuk mencari solusi,” ujar Ramses dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Ia menambahkan, pasar modal merupakan salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pasar modal yang sehat dan kredibel tidak hanya memberikan ruang bagi perusahaan untuk memperoleh pendanaan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berinvestasi. Karena itu, stabilitas dan kepastian regulasi harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan.
Kunjungan Sufmi Dasco ke BEI pada Jumat, 16 Oktober 2026, berlangsung setelah muncul perkembangan terkait peninjauan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap klasifikasi pasar Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Dasco bersama sejumlah pejabat terkait membahas perkembangan pasar modal dan mendorong otoritas bursa untuk terus melakukan perbaikan serta mengakomodasi masukan dari lembaga internasional.
Ramses menegaskan bahwa kepastian pasar modal tidak cukup dibangun melalui pernyataan dukungan semata. Menurutnya, diperlukan langkah berkelanjutan untuk meningkatkan keterbukaan informasi perusahaan tercatat, memperkuat perlindungan investor ritel, meningkatkan kualitas pengawasan, serta memastikan seluruh pelaku pasar mematuhi ketentuan yang berlaku.
Ia juga berharap koordinasi antara DPR RI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, pemerintah, dan aparat penegak hukum dapat berjalan semakin efektif. Sinergi tersebut penting untuk memastikan bahwa setiap persoalan di pasar modal ditangani secara profesional, objektif, dan transparan sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan.
Lebih lanjut, Ramses mengingatkan agar investor tetap bersikap rasional dalam mengambil keputusan investasi dengan memperhatikan fundamental perusahaan, kondisi ekonomi, dan profil risiko masing-masing. Ia menilai, keterbukaan informasi serta respons cepat dari otoritas akan membantu investor memperoleh gambaran yang lebih jelas dalam menghadapi dinamika pasar.
Menutup pernyataannya, Ramses Sitorus berharap langkah Sufmi Dasco Ahmad menjadi momentum untuk mempercepat reformasi pasar modal Indonesia. Ia meyakini bahwa melalui pengawasan yang kuat, pembenahan regulasi, dan komitmen terhadap transparansi, kepercayaan investor dapat terus diperkuat sehingga pasar modal Indonesia semakin kredibel, kompetitif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.