Jakarta, Antartika Media Indonesia – Penerbitan Surat Edaran Nomor 12 oleh Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menimbulkan reaksi di tengah masyarakat dan pelaksana program. Salah satu tanggapan tegas datang dari Ketua Umum Organisasi Antartika, Ramses Sitorus, yang secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap kebijakan yang tertuang dalam surat edaran tersebut.
Menurut Ramses, SE No.12 dinilai memiliki sejumlah ketentuan yang tidak sejalan dengan semangat pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mengandalkan peran aktif masyarakat. Ia menilai aturan baru tersebut justru berpotensi menyempitkan ruang gerak pihak-pihak yang selama ini turut membantu kelancaran penyaluran makanan ke berbagai titik layanan.
“Kami dengan tegas menolak isi Surat Edaran Nomor 12 yang dikeluarkan BGN. Menurut pengamatan kami, ketentuan di dalamnya kurang mempertimbangkan kondisi di lapangan dan bisa menimbulkan kesulitan bagi mereka yang selama ini bekerja dengan ikhlas,” ujar Ramses dalam keterangan persnya, Jumat (19/6).
Salah satu pertanyaan yang langsung mengemuka setelah penolakan ini adalah nasib ratusan bahkan ribuan relawan yang telah terlibat sejak awal peluncuran program. Selama ini, peran relawan dianggap sangat krusial terutama di daerah-daerah yang aksesnya terbatas dan membutuhkan tenaga tambahan agar makanan sampai tepat waktu dan dalam kondisi baik.
Ramses mengakui bahwa kekhawatiran tentang masa depan relawan adalah hal yang wajar dan harus menjadi perhatian utama. Ia menyatakan bahwa keberadaan mereka bukan sekadar tenaga bantu, melainkan mitra strategis yang telah menunjukkan dedikasi tinggi tanpa mengharapkan imbalan materi yang besar.
“Bagaimana nasib relawan jika aturan ini diberlakukan sepenuhnya? Ini pertanyaan yang harus dijawab oleh pimpinan BGN. Jangan sampai kebijakan tertulis di atas kertas justru membuang tenaga dan pengalaman berharga yang sudah terbangun bersama,” tegasnya.
Ia berharap BGN mau membuka ruang dialog untuk meninjau kembali SE No.12. Menurutnya, kebijakan yang baik adalah yang melibatkan masukan pelaksana di lapangan, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dan semangat gotong royong dalam program MBG tetap terjaga dengan baik.