Jakarta, Antartika Media Indonesia – Presiden Prabowo Subianto mengakui masih terdapat praktik penyimpangan dan dugaan korupsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Karena itu, Presiden meminta masyarakat untuk berani melaporkan setiap indikasi penyelewengan yang ditemukan serta menginstruksikan aparat TNI dan Polri ikut membantu mengawasi pelaksanaan program agar berjalan sesuai tujuan.
Menurut Presiden, Program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Oleh sebab itu, seluruh pihak harus berkomitmen menjaga pelaksanaannya agar anggaran negara benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyatakan dukungannya terhadap langkah Presiden yang memperkuat pengawasan Program MBG. Menurutnya, pelibatan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, merupakan langkah penting untuk memastikan program berjalan secara transparan dan tepat sasaran.
Ramses Sitorus mengatakan bahwa pengawasan yang kuat akan mempersempit ruang bagi oknum yang ingin melakukan penyimpangan. Ia menilai setiap rupiah anggaran yang dialokasikan untuk Program MBG harus dipertanggungjawabkan demi kepentingan para penerima manfaat.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah program mulia yang dirancang untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa. Jangan sampai program ini dicederai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kami mendukung langkah Presiden dalam memperkuat pengawasan agar tidak ada ruang bagi praktik korupsi maupun penyimpangan,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Jumat (10/7).
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan Program MBG di daerah masing-masing.
Dengan adanya pengawasan bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, diharapkan Program MBG dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran, serta memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak Indonesia.