Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyambut positif pernyataan Prabowo Subianto terkait kebanggaannya terhadap kemampuan Indonesia dalam mengembangkan dan memproduksi kendaraan sendiri. Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal positif bagi masa depan industri otomotif nasional.
Ramses menilai perkembangan industri otomotif dalam negeri tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat kemandirian industri nasional. Menurutnya, kemampuan memproduksi kendaraan sendiri harus menjadi momentum kebangkitan sektor otomotif Indonesia.
“Ini menjadi semangat baru bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk terus berkembang di sektor industri otomotif. Saatnya industri otomotif nasional bangkit dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Ramses Sitorus menanggapi pidato Presiden Prabowo dalam KSTI di Jakarta, Sabtu (27/6).
Ia mengatakan, industri otomotif memiliki efek berantai yang besar terhadap perekonomian nasional. Selain membuka lapangan pekerjaan, sektor tersebut juga dapat mendorong pertumbuhan industri pendukung seperti komponen, teknologi, logistik, hingga sektor usaha kecil dan menengah.
Ramses juga menilai dukungan pemerintah sangat penting untuk memperkuat ekosistem industri otomotif dalam negeri. Menurutnya, kebijakan yang berpihak pada peningkatan produksi lokal, riset teknologi, dan penguatan sumber daya manusia harus terus ditingkatkan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan investor agar pengembangan kendaraan nasional dapat berjalan lebih optimal. Dengan sinergi yang kuat, Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan industri otomotif di kawasan.
Di akhir keterangannya, Ramses berharap kebanggaan terhadap produk dalam negeri dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Ia meyakini kemajuan industri otomotif nasional dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia di masa mendatang.