Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menyebut almarhum Sutami sebagai salah satu contoh pejabat negara yang mengabdikan hidupnya untuk pembangunan bangsa tanpa menjadikan jabatan sebagai sarana untuk memperkaya diri.
Menurut Ramses, sosok Sutami hingga kini masih dikenang sebagai menteri yang hidup sederhana meskipun memegang jabatan strategis sebagai Menteri Pekerjaan Umum selama bertahun-tahun. Berbagai kisah mengenai kesederhanaannya menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa, terutama bagi para pejabat publik yang saat ini mengemban amanah rakyat.
“Sutami adalah contoh nyata bahwa jabatan bukanlah alat untuk mengumpulkan kekayaan. Beliau mengabdikan diri untuk membangun Indonesia dan tetap hidup sederhana hingga akhir hayatnya,” ujar Ramses dalam keterangannya, Rabu (24/6).
Ramses mengatakan bahwa banyak masyarakat yang mengenang Sutami sebagai tokoh pembangunan yang lebih mengutamakan kepentingan negara dibandingkan kepentingan pribadi. Bahkan, berbagai cerita yang beredar menyebutkan bahwa kehidupannya jauh dari kemewahan yang sering dikaitkan dengan pejabat tinggi negara.
Menurutnya, kisah mengenai kondisi ekonomi Sutami setelah tidak lagi menjabat menunjukkan bahwa ia tidak memanfaatkan kekuasaan untuk memperkaya diri. Hal tersebut menjadi bukti bahwa integritas dan pengabdian kepada negara dapat berjalan seiring tanpa harus mengorbankan prinsip-prinsip kejujuran.
“Di tengah maraknya kasus korupsi yang sering menjadi sorotan publik, sosok seperti Sutami layak dikenang dan dijadikan inspirasi. Beliau menunjukkan bahwa seorang pejabat bisa bekerja besar untuk negara tanpa harus memperbesar kekayaan pribadinya,” kata Ramses.
Ia menilai bahwa pembangunan berbagai infrastruktur penting pada masanya tidak dapat dilepaskan dari kontribusi dan dedikasi Sutami. Namun yang lebih penting, menurut Ramses, adalah warisan nilai-nilai integritas yang ditinggalkan oleh tokoh tersebut.
Ramses berharap para pejabat negara saat ini dapat meneladani semangat pengabdian yang ditunjukkan oleh Sutami. Jabatan publik, katanya, harus dipandang sebagai amanah untuk melayani masyarakat, bukan sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi.
“Bangsa ini membutuhkan lebih banyak pemimpin yang bekerja dengan hati, memiliki integritas, dan menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama. Nilai-nilai itulah yang dapat kita pelajari dari kehidupan Sutami,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk mengenal lebih jauh tokoh-tokoh pembangunan Indonesia yang dikenal bersih dan sederhana. Menurutnya, sejarah bangsa tidak hanya diisi oleh pencapaian pembangunan fisik, tetapi juga oleh keteladanan moral dari para pemimpinnya.
Ramses menegaskan bahwa penghormatan terhadap tokoh seperti Sutami bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan mengingatkan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dibangun di atas fondasi integritas, kejujuran, dan pengabdian kepada negara.
“Sutami telah memberikan contoh bahwa kehormatan seorang pejabat tidak diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, melainkan dari seberapa besar pengabdian yang diberikan kepada bangsa dan negara. Beliau adalah sosok menteri yang tidak ingin memperkaya diri dan lebih memilih mengabdikan hidupnya untuk Indonesia,” tutup Ramses Sitorus.