Jakarta, Antartika Media Indonesia – Proses seleksi manajer Koperasi Desa (Kopdes) yang diikuti ribuan peserta di berbagai daerah terus menjadi perhatian publik. Di tengah proses tersebut, muncul pertanyaan terkait kepastian skema pengupahan dan kesejahteraan bagi para calon manajer yang telah dinyatakan lolos seleksi.
Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, mempertanyakan kejelasan terkait kepastian upah bagi puluhan ribu manajer Kopdes yang nantinya akan menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam pengelolaan koperasi di tingkat desa.
Menurut Ramses, kepastian mengenai hak dan kesejahteraan tenaga pengelola perlu menjadi perhatian sejak awal agar tidak menimbulkan kebingungan di kemudian hari. Ia menilai para peserta yang telah melalui proses seleksi membutuhkan informasi yang jelas terkait sistem kerja yang akan diterapkan.
“Ketika mereka sudah lolos seleksi dan akan mengemban tanggung jawab besar, maka perlu ada kejelasan terkait sistem pengupahan dan mekanisme kerja yang akan dijalankan,” ujar Ramses, Rabu (17/6).
Ia menilai pengelolaan Kopdes akan memiliki peran strategis dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa. Karena itu, aspek sumber daya manusia dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.
Ramses juga mengatakan bahwa para manajer nantinya akan memegang tanggung jawab dalam mengelola berbagai aktivitas koperasi, sehingga kepastian terkait hak-hak dasar perlu menjadi bagian dari perencanaan yang matang.
Selain itu, menurutnya, kejelasan mengenai skema pendapatan juga penting untuk menjaga motivasi dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Dengan adanya sistem yang jelas, para pengelola diharapkan dapat bekerja lebih optimal.
Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara rinci mengenai mekanisme pengupahan, status kerja, serta sistem operasional bagi para manajer Kopdes agar pelaksanaan program dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.