Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus menyampaikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Mei 2026 telah menyerap anggaran negara sebesar Rp 88,15 triliun. Angka tersebut dinilai sangat besar dan memerlukan pengawasan ketat agar tujuan utama program benar-benar tercapai, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Ramses menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis nasional yang digagas pemerintah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Namun demikian, besarnya anggaran yang telah dikeluarkan harus diimbangi dengan transparansi, akuntabilitas, serta evaluasi berkala agar tidak terjadi pemborosan maupun penyimpangan dalam pelaksanaannya.
“Penyerapan anggaran Rp 88,15 triliun hingga Mei 2026 menunjukkan bahwa skala program MBG sangat masif dan melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga mitra penyedia makanan,” ujar Ramses Sitorus dalam pernyataannya, Senin (8/7).
Oleh karena itu, Antartika mendorong agar seluruh proses, mulai dari pengadaan bahan pangan, distribusi, hingga kualitas menu, benar-benar diawasi secara ketat.
Ketum Antartika juga meminta agar Badan Gizi Nasional selaku institusi yang berperan penting dalam program MBG terus memperkuat sistem pengendalian internal.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara digunakan secara efektif dan tepat sasaran bagi penerima manfaat.
Selain itu, ia menilai perlu adanya pelibatan publik dan organisasi masyarakat sipil dalam proses pengawasan program MBG.
“Dengan keterlibatan banyak pihak, potensi penyimpangan dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program unggulan pemerintah tersebut,” tambahnya.
Ketum Antartika juga menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi dari dampak nyata di lapangan.
Ia meminta agar pemerintah secara terbuka mempublikasikan capaian program, seperti jumlah penerima manfaat, peningkatan status gizi anak, serta evaluasi kualitas makanan yang diberikan.
Di akhir pernyataannya, Ketum Antartika menegaskan dukungannya terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas gizi rakyat.
Namun ia mengingatkan bahwa komitmen terhadap tata kelola yang baik, transparan, dan berorientasi pada hasil harus menjadi prinsip utama agar program MBG benar-benar membawa manfaat besar bagi bangsa dan negara.