Jakarta, Antartika Media Indonesia – Kasus meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) dalam rangkaian proses seleksi menjadi perhatian berbagai kalangan. Peristiwa tersebut memunculkan evaluasi terhadap mekanisme rekrutmen agar pelaksanaannya tetap mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan, dan profesionalisme para peserta.
Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, meminta agar proses seleksi penerimaan calon manajer Kopdes ke depan dilakukan dengan standar yang lebih ketat dan terukur. Menurutnya, setiap tahapan seleksi harus mempertimbangkan kondisi fisik maupun kesehatan peserta sehingga tidak menimbulkan risiko yang dapat membahayakan keselamatan.
Ramses mengatakan bahwa program Koperasi Desa memiliki tujuan yang sangat baik dalam memperkuat perekonomian masyarakat desa. Oleh karena itu, proses rekrutmen sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi tersebut harus diselenggarakan secara profesional, transparan, dan mengutamakan prinsip kehati-hatian.
Ia menilai bahwa seleksi calon manajer memang perlu menghasilkan individu yang kompeten, memiliki integritas, serta mampu mengelola koperasi secara efektif. Namun demikian, standar kompetensi tersebut harus diimbangi dengan prosedur yang memperhatikan aspek keselamatan kerja dan kemampuan fisik peserta sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Ramses, evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme seleksi penting dilakukan apabila terdapat kejadian luar biasa selama proses rekrutmen. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada pelaksanaan seleksi berikutnya.
Selain itu, ia mendorong agar setiap peserta menjalani pemeriksaan kesehatan yang memadai sebelum mengikuti tahapan yang membutuhkan kondisi fisik tertentu. Dengan demikian, penyelenggara dapat mengidentifikasi lebih dini peserta yang memerlukan perhatian khusus atau penyesuaian selama proses seleksi.
Ramses juga mengusulkan agar panitia menyediakan tenaga medis, fasilitas kesehatan, serta prosedur penanganan darurat di setiap lokasi seleksi. Menurutnya, kesiapan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab penyelenggara dalam memberikan perlindungan kepada seluruh peserta.
Di sisi lain, ia mengajak masyarakat untuk tetap mendukung program Koperasi Desa sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, peristiwa ini hendaknya menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola rekrutmen sehingga kualitas sumber daya manusia yang terpilih semakin baik tanpa mengabaikan keselamatan peserta.
Ramses berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses seleksi yang telah berlangsung. Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan standar operasional yang lebih komprehensif, mulai dari persyaratan administrasi, pemeriksaan kesehatan, pelaksanaan tes, hingga sistem pengawasan selama proses seleksi.
Dengan adanya perbaikan tersebut, proses rekrutmen calon manajer Koperasi Desa di masa mendatang diharapkan dapat berjalan lebih aman, objektif, dan profesional. Selain menghasilkan pemimpin koperasi yang berkualitas, pelaksanaan seleksi juga diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh peserta yang mengikuti setiap tahapan.