Jakarta, Antartika Media Indonesia – Gerakan ekonomi kerakyatan yang digalakkan pemerintah melalui pembentukan dan pengembangan Koperasi Merah Putih terus bergerak meluas hingga ke tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Keberadaan koperasi yang dirancang sebagai wadah persatuan kekuatan ekonomi masyarakat ini dinilai telah menemukan tempat yang tepat di tengah masyarakat, dan diproyeksikan akan menjadi pilar utama yang menopang ketahanan ekonomi nasional.
Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, menegaskan pandangannya bahwa Koperasi Merah Putih bukan sekadar program biasa, melainkan pondasi utama yang kokoh untuk mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat yang sesungguhnya, berdaulat, dan bebas dari ketergantungan pada kekuatan ekonomi luar.
Ramses Sitorus menjelaskan bahwa konsep koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa sebenarnya telah menjadi cita-cita para pendiri negara sejak awal kemerdekaan. Namun, dalam perjalanannya, peran koperasi sempat tergerus dan belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara merata.
Hadirnya Koperasi Merah Putih dengan semangat baru, dukungan kebijakan, dan jangkauan yang luas, dipandang sebagai momen kebangkitan nyata. Menurutnya, koperasi ini hadir untuk mengembalikan hak rakyat dalam mengelola ekonomi sendiri, di mana keuntungan dan manfaat yang dihasilkan akan berputar dan dinikmati oleh masyarakat itu sendiri, bukan lari ke kelompok tertentu atau modal asing.
“Kami melihat Koperasi Merah Putih ini sebagai pondasi kemandirian ekonomi rakyat yang paling kuat dan paling tepat untuk Indonesia. Mengapa disebut pondasi? Karena koperasi ini tumbuh dari akar rumput, dibangun atas dasar semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong yang sudah menjadi budaya bangsa kita. Kalau pondasinya sudah kuat di tingkat bawah, maka bangunan ekonomi nasional kita pun akan kokoh berdiri. Tidak akan mudah terguncang oleh gejolak ekonomi global, karena kita sudah memiliki sistem pasokan, sistem produksi, dan sistem pemasaran yang dikuasai oleh rakyat sendiri,” tegas Ramses dalam keterangan persnya, Senin (1/6).
Lebih jauh Ramses memaparkan, kemandirian ekonomi yang dimaksud tidak hanya berarti mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga memiliki daya tawar yang kuat. Selama ini, salah satu kelemahan ekonomi rakyat adalah posisi yang lemah dalam rantai perdagangan, di mana produsen kecil seperti petani, nelayan, atau pengrajin sering kali ditentukan harganya oleh pihak lain.
Melalui Koperasi Merah Putih, para pelaku ekonomi kecil dapat bersatu, mengumpulkan modal, menampung hasil produksi secara kolektif, dan menyalurkannya langsung ke pasar maupun ke konsumen akhir. Dengan demikian, nilai tambah ekonomi dapat dinikmati sepenuhnya oleh anggota koperasi, dan ketergantungan pada perantara yang merugikan dapat dihilangkan sepenuhnya.
Ia juga menyoroti peran strategis koperasi ini dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang penyediaan kebutuhan pokok, Koperasi Merah Putih berfungsi sebagai penyangga pasar. Ketika harga di luar sedang tinggi atau barang langka, koperasi hadir menjamin ketersediaan dengan harga yang wajar dan terjangkau.
Hal ini membuktikan bahwa koperasi bukan sekadar usaha mencari untung, tetapi memiliki fungsi sosial yang besar, yaitu melindungi masyarakat dari eksploitasi pasar dan memastikan keadilan ekonomi terwujud di mana-mana.
“Kemandirian ekonomi rakyat baru akan tercapai ketika rakyat itu sendiri yang menguasai alat-alat produksi, yang menguasai jalur distribusi, dan yang menikmati hasil pertumbuhan ekonomi. Koperasi Merah Putih adalah kendaraan untuk mencapai tujuan mulia itu. Di dalam koperasi, tidak ada istilah maju sendiri-sendiri, tapi maju bersama-sama, sejahtera bersama-sama. Inilah yang membedakan koperasi dengan bentuk usaha lain. Karena berlandaskan prinsip kebersamaan, maka kekuatan koperasi itu tidak terbatas dan akan terus tumbuh seiring bertambahnya kesadaran masyarakat untuk bersatu,” tambah Ramses.
Ramses juga menegaskan komitmen Partai Antartika untuk terus mendorong penguatan kapasitas dan tata kelola Koperasi Merah Putih di seluruh daerah. Ia berharap, ke depannya koperasi ini tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi berkembang menjadi pusat pelatihan, pusat inovasi produk lokal, hingga lembaga pembiayaan mikro yang memudahkan akses modal bagi usaha kecil.
Dukungan kebijakan, pendampingan manajemen, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci agar pondasi ini semakin modern dan berdaya saing tinggi.
Di akhir pernyataannya, Ramses mengajak seluruh elemen masyarakat, pemuda, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk aktif bergabung dan memajukan Koperasi Merah Putih. Ia meyakini, jika kemandirian ekonomi sudah bertumpu pada kekuatan rakyat melalui koperasi, maka cita-cita Indonesia menjadi negara maju, berdaulat, dan sejahtera akan segera terwujud. Koperasi Merah Putih disebutnya sebagai jalan paling pasti untuk membawa Indonesia menuju kedaulatan ekonomi yang sesungguhnya.