Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika menyampaikan apresiasi terhadap langkah dan kinerja Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani dalam melakukan penataan serta restrukturisasi badan usaha milik negara (BUMN).
Menurutnya, upaya tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Ketum Antartika menilai kebijakan penataan BUMN yang sedang dijalankan pemerintah menunjukkan keseriusan dalam menciptakan perusahaan negara yang lebih sehat, efisien, dan memiliki daya saing tinggi.
Ia mengatakan reformasi yang dilakukan bukan sekadar mengurangi jumlah entitas, melainkan membangun sistem yang lebih efektif agar BUMN dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara.
“Selama ini masih terdapat sejumlah perusahaan atau entitas yang memiliki fungsi serupa sehingga menimbulkan potensi tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas dan strategi bisnis. Karena itu, proses konsolidasi dinilai penting untuk memperjelas fokus usaha sekaligus meningkatkan produktivitas perusahaan negara,” uajr Ramses Sitorus dalam keterangannya, Senin (21/6).
Ketum Antartika juga menilai Rosan Roeslani menunjukkan pendekatan yang terukur dalam menjalankan agenda restrukturisasi tersebut. Ia menyebut penataan yang dilakukan harus dipandang sebagai bagian dari langkah jangka panjang untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
“Penataan BUMN yang dilakukan merupakan langkah yang positif. Kami mengapresiasi kinerja Menteri Rosan Roeslani yang berupaya membangun struktur perusahaan negara agar lebih sehat, lebih fokus, dan lebih kompetitif,” tambahnyanya.
Ia menambahkan bahwa reformasi BUMN juga dapat menjadi sinyal positif bagi para investor. Menurutnya, tata kelola perusahaan yang semakin baik akan meningkatkan kepercayaan pelaku usaha serta membuka peluang investasi yang lebih luas bagi Indonesia.
Meski demikian, Ketum Antartika mengingatkan agar proses transformasi tetap memperhatikan aspek sosial, terutama terkait keberlangsungan para pekerja. Ia berharap setiap kebijakan restrukturisasi dilakukan secara bertahap, transparan, dan mengedepankan solusi yang tidak merugikan karyawan.
Lebih lanjut, ia optimistis langkah yang dilakukan pemerintah saat ini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan BUMN yang lebih kuat dan efisien, perusahaan negara diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus memperbesar kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.