Jakarta, Antartika Media Indonesia – Kelima mahasiswa yang ikut mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan ke NTT dan Papua dikatakan akan menyampaikan laporan dan kesan mereka kepada rekan-rekan sejawat usai kembali ke kampus masing-masing. Hal ini menjadi bagian dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut.
Ramses Sitorus menilai bahwa menjadi saksi langsung kondisi di lapangan akan melahirkan kesimpulan yang objektif dan akurat. Hal ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman atau pandangan yang sepihak terhadap situasi pembangunan di wilayah Indonesia bagian timur.
“Membawa mereka ke lokasi adalah cara terbaik agar melihat langsung kondisi di lapangan. Mereka bisa melihat seberapa jauh hasil kerja pemerintah, melihat harapan masyarakat, serta mengetahui tantangan nyata yang belum terselesaikan secara mendalam,” ujar Ramses.
Ia menjelaskan, wilayah NTT dan Papua memiliki karakteristik yang unik dan membutuhkan pemahaman khusus. Dengan melihat sendiri, mahasiswa akan lebih menghargai setiap kebijakan yang diambil dan memahami bahwa kemajuan membutuhkan waktu serta kerja keras bersama.
“Mereka bukan sekadar penonton, tapi saksi sejarah perkembangan daerah-daerah tersebut. Pengalaman ini akan membentuk cara berpikir mereka agar lebih terbuka, realistis, dan berorientasi pada solusi yang tepat sasaran,” tambahnya.
Selama perjalanan, Wapres juga menyempatkan diri berbincang khusus dengan para mahasiswa untuk mendengar pandangan dan pendapat mereka. Hal ini menunjukkan adanya ruang dialog antara pimpinan negara dan generasi penerus bangsa.
“Semoga apa yang mereka lihat dan dengar menjadi energi positif. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan berusaha, karena masa depan pembangunan NTT, Papua, dan seluruh Indonesia ada di tangan mereka,” pesan Ramses.