Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani di Jakarta, 30 Januari 2025. Tempo/M Taufan Rengganis
Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus menyampaikan apresiasinya atas satu tahun berdirinya Danantara yang dinilai sebagai tonggak baru dalam transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menurutnya, kehadiran Danantara tidak terlepas dari mimpi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membenahi berbagai persoalan yang selama ini membelit perusahaan-perusahaan pelat merah.
Ramses menilai, sejak awal gagasan pembentukan Danantara memang diarahkan untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan daya saing BUMN di tengah persaingan global.
Ia menyebut, langkah strategis tersebut menjadi jawaban atas tantangan klasik seperti inefisiensi, tumpang tindih kebijakan, hingga lemahnya koordinasi antarperusahaan negara.
“Selama satu tahun ini kita melihat fondasi yang dibangun sangat kuat. Ini adalah bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan BUMN menjadi motor penggerak ekonomi nasional,” ujar Ramses dalam keterangan resminya, Rabu (25/2/2026).
Di bawah kepemimpinan CEO Rosan Roeslani, Danantara disebut mengalami transformasi signifikan. Struktur organisasi diperkuat, sistem pengawasan diperketat, serta strategi investasi dan ekspansi bisnis dirancang lebih terintegrasi.
“Rosan Roeslani dinilai berhasil membawa semangat profesionalisme dan tata kelola korporasi modern ke dalam ekosistem BUMN,” tambahnya.
Danantara kini dipandang sebagai pengendali baru korporasi pelat merah, dengan peran sentral dalam mengoordinasikan arah kebijakan strategis dan optimalisasi aset negara.
Model pengelolaan yang lebih terpusat dinilai mampu meningkatkan efisiensi serta mempercepat pengambilan keputusan bisnis.
Ramses berharap, ke depan Danantara tidak hanya fokus pada konsolidasi internal, tetapi juga mampu mendorong inovasi dan ekspansi usaha ke sektor-sektor potensial.
Ia menilai langkah ini penting untuk meningkatkan kontribusi BUMN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Menurutnya, perekonomian nasional yang sempat mengalami perlambatan membutuhkan dorongan konkret dari sektor korporasi negara.
“Dengan aset dan jaringan bisnis yang luas, BUMN di bawah koordinasi Danantara diyakini dapat menjadi lokomotif pertumbuhan baru, terutama dalam pembangunan infrastruktur, energi, dan hilirisasi industry,” sambungnya.
Menutup pernyataannya, Ramses menegaskan bahwa satu tahun perjalanan Danantara merupakan awal dari transformasi jangka panjang.
Ia optimistis, dengan dukungan penuh pemerintah dan kepemimpinan yang kuat, Danantara mampu menjadi pilar utama dalam memperkuat perekonomian nasional dan mewujudkan visi besar Presiden Prabowo bagi Indonesia. Agus