Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Indonesia, Ramses Sitorus, mengkritisi mekanisme distribusi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum optimal dalam memberdayakan sektor pertanian dan peternakan nasional.
Meski pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp120 triliun, Ramses menilai manfaat ekonomi dari program tersebut belum dirasakan secara langsung oleh para produsen pangan di tingkat akar rumput.
“Jangan sampai anggaran ratusan triliun berputar di kalangan distributor besar sementara petani dan peternak justru tidak menikmati manfaatnya,” tegas Ramses Sitorus, Senin (29/6).
Menurutnya, salah satu persoalan utama adalah masih banyak mitra pelaksana yang membeli bahan baku melalui distributor besar atau pihak ketiga, bukan langsung dari petani dan peternak.
Padahal, kata Ramses, konsep dasar MBG semestinya mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan antara penyedia makanan dengan pelaku usaha kecil di daerah.
Ia mendesak agar seluruh mitra penyedia makanan mulai menerapkan pola pembelian langsung dari sumber produksi agar harga lebih kompetitif sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Ia berharap evaluasi segera dilakukan agar implementasi MBG tidak hanya sukses secara administratif, tetapi juga berdampak luas terhadap pembangunan ekonomi nasional.