Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus kembali menyampaikan keprihatinannya terhadap pemberitaan yang dinilai menyudutkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Sorotan ini muncul setelah beredarnya kabar mengenai seorang siswa di Pemalang yang disebut dikeluarkan dari sekolah karena mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai narasi yang berkembang di sejumlah media sosial belum sepenuhnya mencerminkan kebenarannya.
“Isu negatif yang berkembang tidak terlepas dari upaya pihak-pihak tertentu yang ingin mengganggu keberlangsungan program pemenuhan gizi bagi anak bangsa. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru dalam mengambil Kesimpulan,” ungkap Ramses Sitorus dalam keterangannya, Selasa (5/5).
Ramses menyebut bahwa program MBG merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi muda.
Program ini, kata dia, dirancang untuk menjawab persoalan mendasar terkait kekurangan gizi yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Karena itu, ia menilai sangat disayangkan jika program tersebut justru menjadi sasaran pemberitaan yang tidak berimbang.
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada insan pers untuk senantiasa menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam setiap pemberitaan. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam membentuk opini publik, sehingga akurasi dan keberimbangan informasi harus menjadi prioritas utama. Pemberitaan yang tidak sesuai fakta berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Media dapat melakukan klarifikasi langsung kepada pihak-pihak terkait sebelum mempublikasikan suatu berita. Dengan demikian, informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan dan tidak merugikan pihak mana pun,”tambahnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa masyarakat juga perlu lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di era digital saat ini.
Arus informasi yang begitu cepat sering kali tidak diiringi dengan validasi yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan disinformasi. Oleh karena itu, literasi media menjadi hal yang sangat penting.
Terkait kasus siswa di Pemalang, Ramses meminta agar semua pihak menunggu hasil klarifikasi resmi dari instansi terkait. Ia menegaskan bahwa setiap kasus harus dilihat secara objektif dan tidak dipolitisasi. Fokus utama, menurutnya, adalah memastikan bahwa hak-hak siswa tetap terlindungi serta program MBG dapat berjalan dengan baik.
Sebagai penutup, Ramses kembali mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media, untuk bersama-sama mendukung program pemenuhan gizi nasional.
Ia berharap polemik yang terjadi tidak mengalihkan perhatian dari tujuan utama program tersebut, yaitu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan.