Jakarta, Antartika Media Indonesia – Sosok guru muda bernama Najib Nadir menjadi perbincangan publik setelah kisah pengabdiannya di SD terpencil wilayah Bainaa Barat viral di media sosial. Bukan karena sensasi, Najib dikenal karena dedikasinya yang luar biasa dalam memastikan anak-anak di pelosok tetap mendapatkan hak pendidikan.
Dalam menjalankan tugasnya, Najib harus menghadapi berbagai tantangan berat. Salah satu perjuangan yang paling menyita perhatian publik adalah keberaniannya menyeberangi sungai dengan risiko tinggi demi bisa sampai ke sekolah tempat ia mengajar.
Perjalanan berbahaya tersebut dilakukan bukan sekali dua kali, melainkan menjadi bagian dari rutinitasnya sebagai tenaga pendidik di daerah terpencil. Baginya, keselamatan pribadi bukan alasan untuk menghentikan langkah ketika masa depan anak-anak dipertaruhkan.
“Kisah Pak Guru Najib ini sungguh menginspirasi. Beliau menunjukkan bahwa panggilan jiwa seorang pendidik jauh melampaui status kepegawaian atau imbalan materi. Perjuangan beliau menyeberangi sungai demi anak-anak di pedalaman adalah contoh nyata pengabdian tanpa batas,” ujar Ramses Sitorus dalam siaran persnya, Rabu (15/4).
Najib disebut bukan sekadar mengejar takdir sebagai guru PPPK, tetapi menunjukkan makna pengabdian sesungguhnya. Ia hadir di tengah keterbatasan fasilitas demi memastikan murid-murid di wilayah pelosok tidak putus sekolah.
Ketua Umum ANTARTIKA, Ramses Sitorus, menyampaikan apresiasi atas perjuangan guru muda tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan Najib merupakan teladan nyata tentang semangat mengabdi tanpa pamrih di dunia pendidikan.
Ramses menilai kisah Najib dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik lainnya, khususnya yang bertugas di wilayah pedalaman dan daerah tertinggal. Ia mengatakan, perjuangan guru seperti Najib menunjukkan bahwa pendidikan adalah panggilan jiwa yang membutuhkan keberanian dan ketulusan.
Selain itu, Ramses meminta Kementerian Pendidikan untuk memberikan perhatian lebih serius kepada guru-guru yang bertugas di daerah terpencil. Menurutnya, mereka layak mendapatkan dukungan, perlindungan, serta fasilitas yang memadai karena telah mempertaruhkan nyawa dan masa depan demi kemajuan bangsa.
“Saya meminta Kementerian Pendidikan untuk memberikan perhatian khusus, penghargaan, dan dukungan yang layak bagi para guru seperti Pak Najib. Mereka adalah pahlawan pendidikan sesungguhnya. Perlu ada kebijakan yang memastikan kesejahteraan dan keselamatan mereka terjamin, serta apresiasi yang setimpal atas pengabdian luar biasa mereka,” tegas Ramses.
Di akhir pernyataannya, Ramses berharap kisah Najib menjadi pengingat bahwa masih banyak pahlawan pendidikan yang bekerja dalam senyap. Ia mengajak seluruh pihak untuk menghargai jasa para guru yang menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.