Jakarta, Antartika Media Indonesia – Die Mannschaft tersingkir di babak awal, Tim nasional Jerman gagal melanjutkan perjalanannya di Piala Dunia 2026 dan tersingkir lebih awal oleh Paraguay, sehingga kutukan Piala Dunia bagi Die Mannschaft berlanjut untuk ketiga kali berturut-turut.
Timnas Paraguay menciptakan kejutan dan menyingkirkan Jerman dari babak 32 besar Piala Dunia 2026, setelah mengalahkannya melalui adu penalti (4-3), usai imbang 1-1 pada waktu normal dan perpanjangan waktu, dalam pertandingan yang digelar dini hari Selasa di Stadion Boston, Amerika Serikat.
Dengan kemenangan ini, timnas Paraguay melaju ke babak 16 besar Piala Dunia, dan akan menghadapi pemenang pertandingan antara Prancis dan Swedia yang dijadwalkan berlangsung dini hari Rabu mendatang.
Sementara itu, nasib serupa oleh raksasa Asia tim nasional Jepang yang kembali menelan pil pahit dan harus melanjutkan catatan tanpa kemenangan di fase gugur Piala Dunia setelah didepak Brasil dengan skor 2-1.
Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Brasil melawan Jepang tersebut diselenggarakan di Houston Stadium pada Selasa dini hari WIB.
Tim Samurai Biru sebenarnya sempat membuat kejutan setelah unggul lebih dulu dan mampu meredam permainan Brasil dalam waktu yang cukup lama.
Pengamat sepak bola menilai, kegagalan Jerman lebih disebabkan oleh rendahnya efektivitas penyelesaian serangan. Meskipun menguasai jalannya pertandingan dengan persentase penguasaan bola mencapai 70 persen dalam setiap laga, pemain-pemain Jerman kerap kehilangan ketepatan di area pertahanan lawan. Kesalahan teknis pada momen krusial juga menjadi faktor utama yang membuat mereka kehilangan poin penting.
Di sisi lain, kegagalan Jepang disoroti dari segi kedalaman skuad dan kemampuan menghadapi tekanan lawan yang memiliki postur fisik lebih unggul. Beberapa pemain kunci mengalami penurunan performa dan cedera ringan yang mengganggu ritme permainan tim. Hasil imbang yang didapat saat melawan Belanda dan Swedia akhirnya menjadi penentu yang membuat mereka tergeser dari jalur menuju babak selanjutnya.
Ketua Antartika Group, Ramses Sitorus, menyikapi hasil ini sebagai pelajaran berharga bagi setiap tim yang bertanding di ajang tingkat dunia.
“Tersingkirnya Jerman dan Jepang membuktikan bahwa di Piala Dunia tidak ada jaminan kemenangan hanya karena nama besar atau reputasi masa lalu. Setiap pertandingan harus dijalani dengan persiapan matang, strategi yang tepat, serta konsistensi yang tinggi,” ujar Ramses Sitorus, Selasa (30/6).
Ia juga menambahkan bahwa sistem kompetisi baru dengan jumlah peserta yang lebih banyak membuat persaingan semakin ketat. Setiap poin memiliki nilai yang sangat menentukan, sehingga tidak ada ruang untuk kelalaian sedikit pun.
“Kegagalan ini menjadi pengingat bahwa evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan, baik dalam aspek taktik, fisik, maupun mental para pemain, agar dapat bersaing secara seimbang di kancah internasional,” tutup Ramses Sitorus.