Jakarta, Antartika Media Indonesia – Distribusi bahan makanan dan pemantauan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis mencakup ribuan titik di seluruh wilayah Indonesia. Oleh sebab itu, ketersediaan kendaraan operasional yang memadai menjadi syarat mutlak agar program ini berjalan tepat sasaran.
Menyikapi hal itu, Ketua Umum Antartika Ramses Sitorus menilai kehadiran kendaraan bermotor listrik di lingkungan Badan Gizi Nasional menjadi solusi tepat selama dikelola dengan benar. Ia menegaskan kembali komitmen agar aset tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Setelah uang negara dikeluarkan untuk pengadaannya, tidak ada alasan untuk tidak menggunakannya secara maksimal. Kendaraan ini bukan untuk kepentingan pribadi pejabat, melainkan untuk melayani kebutuhan program yang menyentuh jutaan anak bangsa,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa dengan menggunakan kendaraan listrik, biaya operasional untuk perjalanan ke daerah-daerah terpencil bisa lebih hemat. Penghematan tersebut selanjutnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang juga mendukung kualitas penyediaan makanan bergizi.
“Kalau sudah dibeli tapi fungsinya tidak maksimal, maka keuntungan yang diharapkan tidak akan tercapai. BGN harus memastikan setiap unit kendaraan beroperasi sesuai jadwal, mendapatkan perawatan berkala, dan dipakai untuk keperluan dinas yang sah,” tegas Ramses Sitorus, Kamis (18/6).
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi penggunaan kendaraan dinas tersebut. Jika ditemukan penyimpangan atau kendaraan yang teronggok tidak terpakai, publik bisa menyampaikannya kepada lembaga pengawas yang berwenang.
“Pengelolaan keuangan dan aset negara adalah tanggung jawab bersama. Kami terus mendorong agar apa yang sudah dibeli dengan uang rakyat bisa memberikan manfaat nyata, sesuai dengan harapan dan tujuan semula,” pungkasnya.