Jakarta, Antartika Media Indonesia – Munculnya dugaan dapur fiktif dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah mendapat perhatian dari berbagai pihak. Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas persoalan tersebut agar tidak menimbulkan kerugian bagi negara dan masyarakat.
“Kami meminta aparat penegak hukum untuk mengusut hingga tuntas persoalan dugaan dapur fiktif tersebut. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan program untuk kepentingan pribadi,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Senin (6/7)..
Menurut Ramses, dugaan adanya dapur fiktif harus menjadi perhatian serius karena Program MBG merupakan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak penerima manfaat.
Ia menilai jika benar terdapat praktik dapur yang hanya tercatat secara administratif namun tidak beroperasi sebagaimana mestinya, maka hal tersebut dapat mencederai tujuan utama program pemerintah.
Ramses menegaskan proses penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan objektif. Menurutnya, siapa pun yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme verifikasi dan pengawasan operasional dapur agar persoalan serupa tidak kembali muncul di masa mendatang.
Menurut Ramses, keberadaan dapur MBG seharusnya menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program peningkatan gizi masyarakat, sehingga integritas pelaksanaannya harus tetap terjaga.
“Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah menurun akibat adanya oknum yang diduga menyalahgunakan sistem,” tutupnya.