Jakarta, Antartika Media Indonesia – DPR memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun mendatang akan mengalami penyesuaian menjadi Rp174 triliun. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Antartika, Ramses Sitorus, meminta agar pengurangan anggaran tidak berdampak terhadap kualitas makanan dan asupan gizi yang diterima masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Menurut Ramses, Program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, ia menilai aspek kualitas tidak boleh dikorbankan meski terdapat penyesuaian anggaran.
“Kami memahami bahwa pemerintah memiliki berbagai pertimbangan dalam pengelolaan anggaran negara. Namun yang perlu dijaga adalah jangan sampai penurunan anggaran membuat kualitas gizi dalam program MBG ikut menurun,” ujar Ramses Sitorus dalam keterangannya, Senin (6/7).
Ia menilai keberhasilan Program MBG bukan hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas menu yang disajikan. Menurutnya, makanan yang diberikan harus tetap memenuhi standar gizi yang dibutuhkan anak-anak agar tujuan membentuk generasi sehat dan unggul dapat tercapai.
Ramses menegaskan bahwa pemerintah perlu memastikan efisiensi anggaran dilakukan melalui perbaikan tata kelola, distribusi, serta pengawasan program, bukan dengan mengurangi kualitas bahan makanan maupun kandungan nutrisi yang diterima penerima manfaat.
Selain itu, ia juga berharap Badan Gizi Nasional (BGN) dapat melakukan evaluasi menyeluruh agar penyesuaian anggaran tetap sejalan dengan target peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Ramses, Program MBG memiliki dampak jangka panjang yang sangat besar, terutama dalam menekan angka stunting, meningkatkan kesehatan anak, dan mendukung proses belajar di sekolah.
“Kualitas gizi harus tetap menjadi prioritas utama. Jangan sampai pengurangan anggaran justru mengurangi manfaat besar yang selama ini ingin dicapai melalui Program MBG,” tutupnya.