Presiden Jerman Antusias Dengan Suguhan Seni Monumen Antroposen Yogyakarta

Yogyakarta, AntartikaMI – Wagub DIY KGPAA Paku Alam X mendampingi Presiden Federasi Jerman Frank-Walter Steinmeier berkeliling mengunjungi Proyek Kolektif Seni Monumen Antroposen Yogyakarta, Jumat (17/06) di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Sang Presiden sangat mengapresiasi karya seni dari tangan seniman DIY yang menurutnya sangat peka terhadap isu-isu sosial di daerahnya.

Presiden Steinmeier mengatakan, kunjungannya ke Indonesia ini memang sengaja untuk memperingati hubungan diplomatic antara Jerman dan Indonesia yang sudah berusia 70 tahun dan terjalin sejak 25 Juni 1952. Usai menemui Presiden RI Joko Widodo, Presiden Steinmeier sengaja menyempatkan diri untuk juga bertandang ke DIY guna bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Tidak hanya soal politik saja yang dibahas oleh Presiden Steinmeier pada kunjungannya kali ini. Banyak aspek tidak luput dari pembahasan. “Saya di sini tentunya tidak hanya untuk menjalin hubungan dan membicarakan soal politik. Namun juga upaya Indonesia di bidang lingkungan hidup, iklim, dan energi,” ungkapnya.

Disuguhi dengan Proyek Kolektif Seni Monumen Antroposen Yogyakarta, orang nomor satu di Jerman ini mengaku cukup terkejut dengan kreatifitas para seniman di DIY. Tentunya suguhan yang digelar di JNM ini sangat berkesan bagi Sang Presiden.

“Ketika melihat pertunjukkan seni kontemporer di JNM, seniman di sini mampu menggabungkan teknologi modern yang menyatu dengan kesenian. Bahkan kreativitas seni yang dibuat oleh para seniman peka kepada isu-isu yang terjadi di Indonesia. Terkait kesenian yang ada di sini kami berikan dukungan. Tentu saja ini sesuatu yang bagus dan juga bisa mendapat dukungan dari pemerintah daerah,” imbuh Presiden Steinmeier.

Proyek Monumen Antroposen ini merupakan hasil gagasan dari Indonesian Upcycle Forum dan didukung penuh oleh Goethe-Institut Indonesia dan German Federal Foreign Office, yang harapannya dapat menjadi pusat budaya dan ekonomi kreatif yang mempromosikan ekonomi sirkular yang berbasis komunitas.

Kurator Seni dan Budaya Proyek Monumen Antroposen, Ignatia Nilu menjelaskan kunjungan kebudayaan Presiden Federasi Jerman ini disambut dengan pameran kecil dan presentasi dari proyek Monumen Antroposen yang sengaja dipindah sementara dari lokasi utama di Kawasan tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan ke JNM. “Ada banyak pertimbangan untuk sementara ini dan kunjungan kebudayaan belum bisa dilakukan di lokasi utama Monumen Antroposen. Akan tetapi tim yang terdiri dari beberapa seniman, kurator, dan masyarakat yang terlibat di Monumen Antroposen akan memamerkan konsep, mesin-mesin dan mempresentasikan hasil-hasil kerja yang berkaitan dengan proyek ini di JNM,” ujar Ignatia Nilu.

Ignatia Nilu menambahkan pada acara Monumen Antroposen menampilkan kompilasi video drone situasi lokasi Monumen Antroposen dengan pengantar singkat dari salah satu penggagasnya seniman berkebangsaan Jerman, Franziska Fennert. Selain itu juga dipertontonkan Desain animasi 3D yang menggambarkan relief tiga tingkat menumen yang difungsikan sebagai penunjang program seni budaya. Selain itu, infografis karya komunitas proyek Monumen Antroposen termasuk pertunjukan Obrog Monumen Antroposen dari seniman Tony Maryana dan Daniel Caesar juga disuguhkan pada acara tersebut.

Proyek ini merupakan karya seni kolosal yang dalam penciptaanya akan melibatkan banyak seniman dan masyarakat sekitar dan menjadikan menumen ini sebagai ruang publik berbasis komunitas dan menjadi lokasi studi seni bersama.

Sementara itu, Franziska Fennert turut menjelaskan, kunjungan kebudayaan Presiden Federasi Jerman ini sangat penting mengingat proyek Monumen Antroposen sendiri merupakan hasil Kerjasama Forum Upcycle Indonesia, Goethe-Institut Jakarta, dan Pemerintah Daerah Bawuran.

“Tentu ini menjadi penting untuk memperkuat hubungan kebudayaan Indonesia dengan Jerman,mengingat proyek ini terselenggara berkat Kerjasama dari beberapa lembaga yang mewakili dua negara ini,” ujar Franziska Fennert.

Seperti yang ditelah dipublikasikan, Proyek Monumen Antroposen ini merupakan sebuah konsep seni kolosal yang bersandar pada kesadaran manusia yang hidup beserta lingkungannya, dan gagasan pembangunan monumen ini merupakan hasil dari perenungan nilai kebudayaan lokal yang dapat berpengaruh pada keharmonisan antar manusia, alam, dan Ilahi secara holistik.

Selama di DIY, Presiden Frank-Walter Steinmeier beserta delegasi melakukan kunjungan ke Konservasi Cagar Budaya Candi Borobudur, Universitas Gadjah Mada, Keraton Yogyakarta, dan berakhir di acara Monumen Antroposen di Jogja National Museum(JNM). Usai mengunjungi Monumen Antroposen di Jogja National Museum, Presiden Frank-Walter Steinmeier beserta delegasi menuju ke Bandara YIA untuk bertolak ke Berlin dengan dilepas oleh Sri Paduka. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *