Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Pidana Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus meminta para awak media untuk tidak memberitakan isu terkait perombakan direksi Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang belakangan beredar di ruang publik.
Ia menilai pemberitaan tersebut masih bersifat spekulatif dan berpotensi menimbulkan keresahan, baik di kalangan internal perbankan maupun masyarakat luas.
Menurut Ramses, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari pemegang saham maupun otoritas terkait mengenai perubahan susunan direksi Bank Himbara.
“Saya mengimbau kepada media agar mengedepankan prinsip kehati-hatian dan verifikasi sebelum menyampaikan informasi kepada public,” jelas Ramses Sitorus melalui siaran persnya yang di terima redaksi, Senin (2/2/2026).
Ramses menegaskan bahwa stabilitas sektor perbankan nasional sangat bergantung pada kepercayaan publik. Pemberitaan yang tidak didasarkan pada informasi resmi dikhawatirkan dapat memicu persepsi negatif terhadap kinerja dan tata kelola bank-bank milik negara tersebut.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Chief Executive Officer Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, menegaskan Danantara selaku pemegang saham bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak melakukan pembahasan terkait dengan rencana perombakan jajaran direksi himpunan bank milik negara (Himbara).
“Kami di Danantara, sebagai pemegang saham di seluruh Bank Himbara, sejauh ini tidak ada pembicaraan mengenai hal itu,” ujar Rosan saat ditemui di Wisma Danantara beberapa waktu lalu.
Rosan menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta dan tidak pernah dibahas dalam forum resmi perusahaan.
Rosan menjelaskan bahwa saat ini fokus utama Danantara adalah memperkuat kinerja bisnis, meningkatkan efisiensi, serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Ia menilai isu perombakan direksi justru dapat mengalihkan perhatian dari agenda strategis yang tengah dijalankan.
Lebih lanjut, Rosan meminta semua pihak, termasuk media, untuk mengonfirmasi setiap informasi langsung kepada sumber yang berwenang. Menurutnya, keterbukaan informasi yang akurat sangat penting untuk menjaga iklim usaha yang kondusif dan profesional.
Sementara itu, Ramses kembali menekankan pentingnya sinergi antara media dan pemangku kepentingan dalam menyampaikan informasi yang berimbang.
“Kami mengapresiasi peran media sebagai pilar demokrasi, namun berharap pemberitaan tetap berlandaskan fakta dan pernyataan resmi,” Tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Ramses dan Rosan sepakat bahwa klarifikasi ini diharapkan dapat meredam spekulasi yang berkembang. Keduanya mengajak publik untuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi apabila ke depan terdapat kebijakan atau keputusan strategis terkait Bank Himbara. Agus