Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika mengecam keras beredarnya propaganda yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan keuntungan hingga Rp1,8 miliar per tahun kepada mitra pelaksana.
Ia menilai klaim tersebut menyesatkan dan berpotensi menggiring opini publik secara tidak adil terhadap kebijakan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Dalam keterangannya kepada media, Ketum Antartika menyatakan bahwa angka keuntungan bersih Rp1,8 miliar per tahun sebagaimana dikaitkan dengan mitra Mitra merupakan asumsi fiktif yang tidak memiliki dasar perhitungan yang jelas. Menurutnya, narasi tersebut muncul tanpa transparansi metodologi dan hanya bersifat spekulatif.
“Program MBG adalah kebijakan pro rakyat yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, bukan ladang bisnis untuk meraup keuntungan fantastis,” tegasnya, Minggu (22/2/2026).
Ia menambahkan bahwa setiap mitra yang terlibat telah melalui mekanisme dan skema anggaran yang ketat, sehingga tudingan keuntungan miliaran rupiah per tahun perlu dikaji ulang secara objektif.
Lebih Lanjut Ramses mengatakan yang menilai bahwa perhitungan keuntungan Rp1,8 miliar per tahun sangat tidak rasional jika mempertimbangkan biaya operasional, distribusi, bahan baku, serta standar kualitas makanan bergizi yang harus dipenuhi. Ia menyatakan bahwa angka tersebut merupakan asumsi yang dibangun tanpa data valid.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri dirancang sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.
Pemerintah menargetkan program ini mampu membantu menekan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar siswa, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Polemik mengenai isu keuntungan seharusnya tidak mengaburkan tujuan utama program,” lanjutnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk lebih fokus pada manfaat nyata yang telah dirasakan masyarakat, terutama keluarga kurang mampu yang anak-anaknya kini mendapatkan akses makanan bergizi secara rutin.
Lebih lanjut, ia meminta agar setiap kritik terhadap program MBG disampaikan berdasarkan data dan kajian yang komprehensif, bukan sekadar asumsi.
Transparansi dan pengawasan tetap penting, namun menurutnya penyebaran informasi yang tidak berdasar justru dapat merusak kepercayaan publik terhadap kebijakan yang sejatinya berpihak pada rakyat dan masa depan generasi bangsa. Agus