Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas yang diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam melakukan suspend terhadap sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen serius pemerintah dalam menjaga kualitas program pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia.
“Standar operasional dan kualitas layanan tidak boleh ditawar, terutama karena program ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” ungkap Ramses Sitorus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/3/2026)
Ramses menyebutkan, langkah suspend bukanlah bentuk hukuman semata, melainkan upaya pembenahan agar seluruh SPPG dapat beroperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan data yang dirilis BGN, Provinsi Jawa Timur menduduki posisi pertama dengan jumlah SPPG yang terkena suspend terbanyak, yakni sebanyak 17 unit.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penerima manfaat program gizi yang cukup besar.
Ramses berharap kondisi ini menjadi alarm bagi seluruh pengelola SPPG di Indonesia untuk melakukan evaluasi internal secara menyeluruh.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas manajemen, pengawasan distribusi makanan, hingga pemenuhan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Lebih lanjut, Ramses menyampaikan bahwa keberhasilan program pemenuhan gizi sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang.
“Langkah tegas BGN sudah tepat agar tidak ada kompromi terhadap standar yang dapat berdampak pada kesehatan anak-anak,” tegasnya.
Program pemenuhan gizi ini sendiri merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun generasi unggul. Asupan gizi yang baik diyakini menjadi fondasi penting dalam mencetak anak-anak yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
Ramses juga menyebut bahwa asa cita Presiden Prabowo untuk memajukan anak Indonesia melalui pemenuhan gizi yang berkualitas harus didukung oleh seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pengelola di tingkat lapangan. Tanpa komitmen bersama, tujuan besar tersebut akan sulit tercapai secara optimal.
Di akhir pernyataannya, Ramses optimistis bahwa langkah evaluatif ini akan membawa dampak positif dalam jangka panjang.
“Pembenahan yang dilakukan oleh BGN dapat memperkuat sistem pelayanan gizi nasional sehingga cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat tercapai dengan generasi yang sehat dan berkualitas,” tutupnya. Agus