Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo atas keberhasilan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat (AS) dan Jordania yang dinilai membawa sejumlah capaian strategis bagi kepentingan nasional.
Lawatan tersebut disebut memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama perdagangan, investasi, serta mempertegas peran aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian dunia.
“Ini bukan sekadar kunjungan diplomatik biasa, tetapi langkah strategis yang memperlihatkan kepemimpinan Indonesia di panggung internasional,” ujar Ketum Antartika dalam keterangannya kepada media, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Ketum Antartika, rangkaian pertemuan bilateral dan forum ekonomi yang dihadiri Presiden menghasilkan komitmen konkret dari para mitra strategis.
Beberapa di antaranya mencakup peningkatan akses pasar bagi produk Indonesia, penjajakan investasi di sektor energi terbarukan, serta penguatan kolaborasi di bidang pertahanan dan teknologi.
Di sektor perdagangan, pemerintah dikabarkan berhasil membuka peluang ekspor baru untuk produk manufaktur dan komoditas unggulan nasional.
Selain itu, kerja sama rantai pasok strategis juga menjadi fokus pembahasan guna memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
Dalam bidang investasi, sejumlah perusahaan besar disebut menyatakan minat untuk memperluas investasinya di Indonesia, terutama pada sektor hilirisasi industri, infrastruktur, dan transformasi digital.
“Capaian ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja,” tambahnya.
Tak hanya isu ekonomi, kunjungan tersebut juga mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten mendorong perdamaian dunia.
Dalam berbagai pertemuan, Presiden menekankan pentingnya dialog, solusi dua negara dalam konflik kawasan Timur Tengah, serta penguatan peran negara-negara berkembang dalam menjaga stabilitas global.
Ia menambahkan bahwa diplomasi aktif yang dilakukan Presiden mencerminkan politik luar negeri bebas aktif yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Presiden tiba kembali di Tanah Air pada Jumat (27/2/2026) di tengah gerimis yang menyelimuti Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kedatangannya disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran, Menteri Pertahanan Sjafrie Samsoeddin, serta Menteri Sekretaris Negara.
Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Setelah prosesi penyambutan singkat, Presiden bersama rombongan langsung menuju kendaraan kepresidenan untuk melanjutkan agenda di ibu kota. Pemerintah dijadwalkan segera menindaklanjuti hasil-hasil kesepakatan yang dicapai selama kunjungan luar negeri tersebut.
Ketum Antartika berharap capaian strategis ini dapat segera diimplementasikan secara konkret melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan dunia usaha nasional.
Ia optimistis, dengan sinergi yang kuat, hasil lawatan tersebut akan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional serta memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan diplomasi yang diperhitungkan di tingkat global. Agus