Jakarta, ANtartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus menyampaikan apresiasi terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang terus mematangkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi strategis bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Menurut Ramses, sinergi antara BGN dan Kemensos menjadi kunci penting dalam memperkuat efektivitas layanan sosial, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi bagi kelompok rentan.
Ia menilai, koordinasi lintas lembaga akan meminimalisasi tumpang tindih data sekaligus meningkatkan akurasi distribusi bantuan di lapangan.
“Program MBG yang diperluas untuk lansia dan penyandang disabilitas ini dirancang tidak hanya sekadar memberikan makanan gratis, tetapi juga memastikan kandungan nutrisi yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing penerima,” ungkap Ramses Sitorus, Jumat (27/2/2026).
Lansia, misalnya, membutuhkan asupan dengan komposisi gizi seimbang yang mudah dicerna, sementara penyandang disabilitas tertentu memerlukan pola konsumsi yang disesuaikan dengan kondisi medisnya.
Ramses menegaskan bahwa pendekatan berbasis kebutuhan (needs-based approach) harus menjadi prioritas dalam implementasi program tersebut.
Dengan keterlibatan Kemensos, data terpadu kesejahteraan sosial dapat dimanfaatkan untuk memetakan wilayah, jumlah penerima, hingga kondisi spesifik yang harus diperhatikan dalam penyediaan menu makanan bergizi.
Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar warga, khususnya kelompok rentan.
“Ketahanan gizi merupakan fondasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dan penyandang disabilitas, sehingga mereka tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik,” tambahnya.
Selain itu, Ramses mendorong agar pelaksanaan program MBG melibatkan pemerintah daerah serta komunitas lokal agar proses distribusi berjalan lebih efektif dan transparan. Partisipasi berbagai pihak dinilai akan memperkuat pengawasan sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak.
Dalam kesempatan tersebut, Ramses juga berharap evaluasi berkala dilakukan secara terbuka dan terukur. Hal ini penting untuk menilai dampak program terhadap peningkatan status gizi penerima serta melakukan perbaikan apabila ditemukan kendala dalam pelaksanaan di lapangan.
Dengan adanya kolaborasi antara BGN dan Kemensos, Ramses optimistis program MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas dapat berjalan maksimal. Ia meyakini langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan sosial, tetapi juga menjadi contoh sinergi antarlembaga dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Agus