Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani di Jakarta, 30 Januari 2025. Tempo/M Taufan Rengganis
Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus menyampaikan apresiasi kepada Menteri Investasi sekaligus Ceo Danantara, Rosan Roeslani, yang menyatakan kesiapan Danantara untuk mencapai target laba atas aset (Return on Assets/ROA) hingga 7 persen sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai komitmen kuat dalam mengoptimalkan pengelolaan aset negara secara profesional dan berorientasi hasil.
Menurut Ketum Antartika, kesiapan Danantara dalam mengejar target tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun tata kelola investasi yang modern, transparan, dan akuntabel.
“Target ROA 7 persen bukan sekadar angka, melainkan simbol efisiensi dan produktivitas pengelolaan aset Negara,” ungkapnya dalam pernyataannya kepada awak media, Jumat (20/2/2026).
Ramses Sitorus menegaskan bahwa target ROA sebesar 7 persen merupakan indikator efisiensi pengelolaan aset yang cukup tinggi.
Secara teknis, capaian tersebut mencerminkan kemampuan manajemen dalam memaksimalkan aset yang dimiliki untuk menghasilkan keuntungan optimal.
Ramses menjelaskan bahwa ROA merupakan salah satu rasio penting dalam menilai kinerja keuangan suatu entitas, terutama yang bergerak di bidang investasi dan pengelolaan dana.
“Jika Danantara mampu mencapai angka tersebut, maka hal itu menunjukkan bahwa setiap aset yang dikelola mampu memberikan kontribusi laba secara signifikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ketum Antartika menyebut bahwa dukungan terhadap langkah Rosan Roeslani juga didasarkan pada rekam jejaknya dalam dunia bisnis dan investasi.
Dengan pengalaman yang dimiliki, ia diyakini mampu membawa Danantara menjadi lembaga pengelola investasi yang kompetitif di tingkat regional maupun global.
Ia juga menekankan bahwa pencapaian target tersebut tentu memerlukan strategi yang matang, mulai dari seleksi portofolio investasi, manajemen risiko yang ketat, hingga penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance).
“Tanpa disiplin manajemen dan pengawasan yang konsisten, target ROA 7 persen akan sulit direalisasikan,” sambungnya.
Di sisi lain, Antartika berharap agar pencapaian laba yang tinggi tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan kepentingan nasional.
Optimalisasi aset negara harus tetap berorientasi pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang serta penciptaan lapangan kerja.
Dengan komitmen yang telah disampaikan Rosan Roeslani untuk memenuhi target Presiden Prabowo, Antartika optimistis Danantara dapat menjadi motor penggerak investasi nasional.
Dukungan berbagai elemen masyarakat pun diharapkan dapat memperkuat langkah strategis tersebut demi kemajuan ekonomi Indonesia. Agus