Jakarta, Antartika Media Indonesia – Badan Gizi Nasional (BGN) terus mendorong percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari strategi nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat luas dan memberikan dampak berkelanjutan.
Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus mengatakan sepanjang 2025, jumlah penerima manfaat MBG mencapai 55 juta orang di 38 provinsi, 509 kabupaten/kota, dan 7.022 kecamatan.
Jumlah tersebut tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan akses makanan bergizi yang merata bagi masyarakat.
Menurut Ramses, MBG memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan anak-anak, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya. Pemenuhan gizi yang optimal diyakini mampu menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan nasional.
Selain berdampak pada aspek kesehatan, program MBG juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian. BGN mencatat bahwa pelaksanaan program ini turut menciptakan jutaan lapangan kerja di berbagai sektor.
Ramses menjelaskan bahwa pembentukan dan pengoperasian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Hal ini membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, mulai dari tenaga dapur hingga distribusi.
Tidak hanya di sektor dapur, rantai pasok bahan pangan MBG juga menyerap tenaga kerja dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Program MBG dinilai mampu menggerakkan ekonomi daerah karena melibatkan potensi lokal sebagai pemasok bahan pangan. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan, tetapi juga oleh pelaku usaha di daerah, Ungkap Ramses Sitorus dalam siaran Persnya, Senin (29/12/2025).
Ramses menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar target MBG dan penciptaan lapangan kerja dapat tercapai. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.
Dalam pelaksanaannya, BGN juga berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas agar program MBG berjalan efektif dan tepat sasaran. Evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan kualitas layanan dan dampak yang dihasilkan.
Ramses Sitorus berharap program MBG pada tahun 2025 dapat menjadi contoh kebijakan publik yang tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan melalui penciptaan jutaan lapangan kerja di seluruh Indonesia.
Target BGN 2026

Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan target besar pada tahun 2026 dengan memperluas jangkauan program pemenuhan gizi nasional. Dalam rencana tersebut, jumlah penerima manfaat ditargetkan mencapai 82,9 juta orang di seluruh Indonesia.
Target tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan status gizi masyarakat. Program ini difokuskan pada kelompok prioritas seperti anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya.
Untuk mendukung pencapaian target penerima manfaat, BGN menyiapkan penguatan infrastruktur melalui pengoperasian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pada tahun 2026, jumlah dapur SPPG ditargetkan mencapai 30 ribu hingga 32 ribu unit.
Dapur SPPG akan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil dan tertinggal. Keberadaan dapur ini menjadi kunci utama dalam memastikan distribusi makanan bergizi dapat dilakukan secara merata dan berkelanjutan.
Dalam rapat kordinasi dengan 6.300 perserta MBG, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 penerima manfaat sebanyak 55 juta orang. Selain siswa, ada juga kelompok rentan lainnya dan anak jalanan.
BGN menilai keterlibatan potensi lokal menjadi bagian penting dalam keberhasilan program. Pemanfaatan bahan pangan daerah tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi setempat.
Dalam pelaksanaannya, BGN akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan mitra terkait. Sinergi lintas sektor diperlukan agar pembangunan dan pengelolaan dapur SPPG berjalan sesuai target.
Dengan target 82,9 juta penerima manfaat dan 30–32 ribu dapur SPPG pada tahun 2026, BGN optimistis program pemenuhan gizi nasional dapat memberikan dampak nyata. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan. Agus