Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum ANTARTIKA GROUP, Ramses Sitorus menyatakan keyakinannya bahwa target Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membangun 33.000 dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026 dapat terealisasi.
Keyakinan tersebut didasarkan pada kesiapan perencanaan, dukungan pemerintah, serta keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan program nasional tersebut.
“Pembangunan dapur MBG merupakan fondasi penting dalam memastikan ketersediaan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan,” ungkap Ramses Sitorus saat meninjau persiapan launching dapur SPPG Antartika Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, proses persiapan dan pembangunan dapur terus berjalan di berbagai daerah dengan melibatkan pemerintah daerah dan mitra lokal.
Ramses Menegaskan, bahwa program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja.
“Selama pelaksanaan program, tercatat sekitar 780 ribu tenaga kerja telah terserap, baik sebagai tenaga dapur, ahli gizi, tenaga distribusi, maupun pelaku usaha penyedia bahan pangan,” tambahnya.
Penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran dapur MBG menciptakan rantai ekonomi baru yang melibatkan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Ketum Antartika menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar target pembangunan 33.000 dapur dapat tercapai sesuai jadwal. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat diperlukan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program MBG.
Selain kuantitas, ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dapur dan makanan yang dihasilkan. Standar kebersihan, keamanan pangan, serta nilai gizi harus menjadi prioritas agar tujuan utama program MBG dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dapat tercapai.
“Keberadaan dapur MBG di berbagai wilayah diharapkan mampu menjadi pusat pelayanan gizi yang andal dan terpercaya,” tutupnya.
Ke depan, Ketum Antartika optimistis program MBG tidak hanya akan memenuhi target pembangunan dapur, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan tercapainya target tersebut, program MBG diyakini dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi nasional. Agus