Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus menyampaikan apresiasi kepada Danantara atas langkah strategisnya dalam menyiapkan Kampung Haji Indonesia yang pada tahap awal pembangunan mampu menampung hingga 22.000 jamaah haji.
Program ini dinilai sebagai terobosan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci secara berkelanjutan.
Ramses menilai kesiapan Kampung Haji Indonesia tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam memberikan fasilitas yang layak, aman, dan nyaman bagi jamaah.
Menurutnya, selama ini jamaah haji Indonesia kerap menghadapi persoalan akomodasi, jarak tempuh, serta keterbatasan fasilitas pendukung, sehingga kehadiran Kampung Haji menjadi solusi jangka panjang.
“Langkah Danantara patut diapresiasi karena ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi pelayanan ibadah. Dengan kapasitas awal 22.000 jamaah, ini menjadi fondasi kuat untuk pengembangan Kampung Haji Indonesia yang lebih besar ke depan,” ujar Ketum Antartika dalam keterangan resminya, Kamis (8/1/2026).
Lebih lanjut, Ketum Antartika menjelaskan bahwa pembangunan Kompleks Haji Indonesia dilakukan melalui dua skema utama, yakni akuisisi hotel dan lahan yang sudah ada, serta partisipasi dalam lelang kawasan strategis.
Menurutnya, dua skema ini menunjukkan pendekatan yang realistis dan fleksibel, sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
Skema akuisisi hotel dan lahan dinilai mampu memaksimalkan aset yang sudah tersedia, sekaligus mempercepat penyediaan hunian bagi jamaah.
Sementara itu, skema ikut lelang kawasan memberikan peluang bagi Indonesia untuk memiliki kawasan terpadu yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan jamaah, termasuk fasilitas kesehatan, konsumsi, dan layanan ibadah lainnya.
“Keberadaan Kampung Haji Indonesia selain meningkatkan kenyamanan jamaah, proyek ini juga dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam tata kelola penyelenggaraan ibadah haji di tingkat internasional,” tambahnya.
Menurutnya, Kampung Haji Indonesia tidak hanya akan menjadi tempat menginap, tetapi juga pusat layanan jamaah yang terintegrasi.
Dengan pengelolaan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan, jamaah haji Indonesia diharapkan dapat lebih fokus menjalankan ibadah tanpa terbebani persoalan teknis selama berada di Tanah Suci.
Menutup pernyataannya, Ketum Antartika berharap sinergi antara Danantara, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat.
“Kampung Haji Indonesia akan menjadi simbol komitmen negara dalam melayani jamaah haji secara bermartabat, sekaligus wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung kelancaran ibadah umat,” tutupnya. Agus