Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus memberikan dukungan penuh terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara kaya dengan sumber daya alam yang melimpah, namun masih bergantung pada impor pangan.
Ramses menegaskan bahwa sektor pertanian, terutama petani Indonesia, adalah tulang punggung yang tidak pernah surut dalam mempertahankan kedaulatan negara meskipun tantangan yang mereka hadapi semakin berat.
Menurutnya, pernyataan Presiden Prabowo dalam acara panen raya sekaligus mengumumkan Swasembada beras di Karawang, Jawa Barat sangat relevan dengan kondisi pertanian di Indonesia saat ini.
“Indonesia memang kaya dengan berbagai potensi alam dan hasil pertanian, tetapi kita masih sering dihadapkan dengan ketergantungan impor pangan. Ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam pengelolaan sumber daya alam dan kebijakan pangan yang belum optimal,” ujar Ramses dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Kamis (8/1/2026).
Ia juga menambahkan bahwa petani Indonesia merupakan kelompok yang sangat loyal terhadap negara dan nilai-nilai kebangsaan.
“Petani adalah kelompok yang sangat setia pada merah putih. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah untuk memastikan pangan tersedia, meskipun seringkali menghadapi kesulitan seperti harga yang tidak stabil, cuaca ekstrem, dan masalah infrastruktur yang masih kurang memadai,” jelas Ramses.
Lebih jauh lagi, Ramses menekankan pentingnya perhatian dan dukungan pemerintah terhadap petani yang selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi ketahanan pangan Indonesia.
“Kami berharap pemerintah dapat lebih fokus pada pengembangan sektor pertanian dengan menyediakan akses yang lebih baik terhadap teknologi, pendidikan, serta infrastruktur yang memadai untuk mendukung keberlanjutan usaha tani,” ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan, tindakan Indonesia yang selama ini mengimpor pangan tidak masuk akal. Pasalnya, Indonesia merupakan negara yang makmur dan kaya. Hal ini dikatakan Presiden Prabowo saat mengumumkan Indonesia mencapai swasembada beras dalam acara Panen Raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
“Yang tidak masuk di akal saya, bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur, tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor, impor, impor pangan. Tidak masuk di hati saya tidak masuk di akal saya,” kata Prabowo, Rabu.
Lebih lanjut Ramses menegaskan kebijakan yang memprioritaskan sektor pertanian adalah langkah penting untuk memastikan Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
“Kita harus mendukung petani dengan memberikan fasilitas yang memadai, seperti subsidi untuk pupuk, perbaikan sistem irigasi, serta bantuan dalam pemasaran hasil pertanian agar mereka bisa bersaing di pasar global,” tuturnya.
Ramses mengakhiri pernyataannya dengan harapan agar pemerintah Indonesia terus memberikan perhatian serius terhadap sektor pertanian.
“Petani adalah pahlawan yang jarang terlihat, tetapi kontribusinya sangat besar bagi negara ini. Mereka adalah pilar ketahanan pangan dan penjaga kedaulatan negara,” tutupnya. Agus