Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Korupsi dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA), Ramses Sitorus, mengapresiasi sikap Wakil Presiden (Wapres) yang telah menyampaikan permintaan maaf kepada Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terkait polemik harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Menurut Ramses, gestur ini menunjukkan komitmen kuat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menjaga stabilitas harga BBM, sebuah langkah krusial yang secara langsung melindungi daya beli masyarakat kecil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ramses menilai bahwa pernyataan Wapres terkait usulan kenaikan harga BBM dari Pak JK sudah sangat tepat.
Dalam situasi global yang bergejolak, menjaga harga energi tetap stabil menjadi prioritas utama untuk mencegah dampak domino negatif terhadap perekonomian domestik.
Permintaan maaf tersebut, menurut Ramses, mencerminkan kedewasaan berpolitik dan kepedulian terhadap aspirasi masyarakat yang lebih luas.
Lebih lanjut, Ramses menyoroti bahwa kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mempertahankan harga BBM tetap stabil adalah bukti nyata dari perhatian mereka terhadap kesejahteraan rakyat.
Di saat banyak negara menghadapi tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi, Indonesia berupaya keras untuk memberikan bantalan ekonomi bagi warganya, khususnya mereka yang paling rentan terhadap gejolak harga.
“Apa yang disampaikan Mas Wapres terkait usulan Pak JK tidak menaikan harga BBM sudah tepat. Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak serta-merta mengambil keputusan yang bisa membebani rakyat. Menjaga harga BBM tetap stabil adalah cara paling efektif untuk melindungi daya beli masyarakat kecil,” ujar Ramses.
Ia menekankan bahwa BBM merupakan komponen vital dalam biaya hidup sehari-hari, sehingga stabilitas harganya sangat berpengaruh.
Situasi ekonomi global saat ini memang sedang dalam kondisi yang sangat tidak menentu. Eskalasi ketegangan di Timur Tengah, termasuk potensi konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran dalam beberapa hari terakhir, telah menciptakan ketidakpastian besar dalam pasar energi global. Hal ini berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah dunia dan mendorong kenaikan harga BBM secara internasional.
Invasi dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah secara historis selalu berdampak signifikan pada fluktuasi harga minyak dunia.
Gangguan pada jalur distribusi atau produksi minyak mentah dapat menyebabkan kelangkaan pasokan sementara, yang kemudian dimanfaatkan oleh pasar untuk menaikkan harga. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi negara-negara pengimpor minyak seperti Indonesia.
Oleh karena itu, Ramses Sitorus kembali menegaskan apresiasinya terhadap pemerintah. Keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM di tengah situasi genting seperti sekarang ini adalah langkah yang sangat bijaksana dan patut diapresiasi.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran menempatkan kepentingan dan kesejahteraan rakyat di atas segala pertimbangan lain, serta mampu mengelola tantangan global demi stabilitas domestik.