Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA) Ramses Sitorus, menyampaikan apresiasi atas langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Az-Zayadiyy. Kunjungan tersebut berlangsung di kawasan Laweyan, Solo.
“Langkah yang dilakukan Mas Wapres Gibran merupakan bagian dari tradisi penting dalam kehidupan berbangsa, khususnya dalam menjaga hubungan antara pemerintah dan tokoh agama. Ia menyebut bahwa silaturahmi dengan kalangan pesantren memiliki makna yang mendalam, tidak hanya secara sosial tetapi juga spiritual,” ujar Ramses Sitorus, Jumat (27/3/2026).
Menurut Ramses, sowan kepada kiai merupakan bentuk penghormatan terhadap ulama sekaligus upaya memperkuat ikatan emosional antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan suasana yang harmonis serta memperkuat dukungan terhadap program-program pemerintah.
Ia juga menegaskan bahwa kunjungan ke kiai bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari nilai-nilai budaya dan adab yang harus dijaga. Tradisi ini mencerminkan sikap rendah hati seorang pemimpin dalam meminta nasihat dan doa dari para tokoh agama.
Selain itu, Ramses menyebut bahwa silaturahmi tersebut juga bertujuan untuk memohon doa restu agar pemerintahan yang sedang berjalan dapat diberikan kelancaran dan keberkahan. Dukungan moral dari para ulama dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional.
“Langkah Mas Wapres Gibran ini dapat menjadi contoh bagi para pejabat lainnya untuk tetap menjalin hubungan baik dengan tokoh agama dan masyarakat. Keterbukaan serta kedekatan seperti ini diyakini mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tambahnya.
Ramses berharap kegiatan silaturahmi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Ia optimistis bahwa sinergi antara pemerintah dan kalangan pesantren akan membawa dampak positif dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan nasional yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan budaya. Agus