Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani di Jakarta, 30 Januari 2025. Tempo/M Taufan Rengganis
Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA), Ramses Sitorus menyampaikan apresiasi terhadap langkah strategis Rosan Roeslani yang memanggil dua direktur perusahaan pelat merah untuk membahas percepatan proyek hilirisasi. Pertemuan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat keseriusan pemerintah dan BUMN dalam memperkuat fondasi industri nasional, khususnya pada sektor hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem industri baterai.
Menurut Ramses, langkah Rosan Roeslani mencerminkan kepemimpinan yang proaktif dan berorientasi jangka panjang. Ia menilai koordinasi langsung dengan jajaran direksi BUMN sangat penting untuk memastikan proyek hilirisasi berjalan selaras dengan kebijakan nasional serta target industrialisasi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Hilirisasi nikel merupakan kunci strategis bagi Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Dengan penguatan sektor hilir, Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah, tetapi juga sebagai pemain utama dalam rantai pasok global industri baterai, khususnya untuk kendaraan listrik dan penyimpanan energy,” ungkap Ramses Sitorus kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
Lebih lanjut, Ramses menyoroti pentingnya konektivitas hulu-hilir dalam membangun ekosistem industri baterai nasional yang terintegrasi. Menurutnya, keterpaduan antara sektor pertambangan, pengolahan, manufaktur, hingga distribusi akan menciptakan efisiensi, menekan biaya produksi, dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri.
Pemanggilan dua direktur utama BUMN tersebut juga dinilai sebagai upaya untuk mempercepat proyek hilirisasi yang digagas oleh pemerintah. Ramses menilai, Investasi di sektor hilirisasi mineral dan energi memang tengah menjadi fokus pemerintah, Menurutnya, hal ini agar nilai strategis sumber daya Indonesia tumbuh dan tetap berada di dalam negeri.
“Proyek Hilirisasi dapat mendorong investasi jangka panjang dengan tata kelola yang kuat dan prinsip keberlanjutan,” tambahnya.
Selain aspek ekonomi, Ramses juga mengingatkan pentingnya memperhatikan prinsip keberlanjutan dalam pengembangan industri baterai. Ia berharap pembahasan yang dilakukan Rosan Roeslani turut menekankan standar lingkungan, tata kelola yang baik, serta keterlibatan masyarakat sekitar agar manfaat hilirisasi dapat dirasakan secara luas.
Menutup pernyataannya, Ramses Sitorus optimistis bahwa langkah konkret Rosan Roeslani tersebut akan mempercepat terwujudnya ekosistem industri baterai nasional yang kuat dan mandiri. Ia meyakini, dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat industri baterai terkemuka di kawasan dan dunia. Agus