Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani di Jakarta, 30 Januari 2025. Tempo/M Taufan Rengganis
Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus menyampaikan apresiasi kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi dan CEO Danantara, Rosan Roeslani yang menargetkan alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN sebesar Rp 1 triliun untuk memperkuat penanganan pascabencana di wilayah Sumatera.
“Kebijakan Menteri Investasi dan Hilirisasi dan CEO Danantara, Rosan Roeslani sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah dalam mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana alam di Sumatera,” kata Ramses kepada awak media, Senin (2/1/2026).
Menurut Ramses, dampak dari Bencana Sumatera membutuhkan dana yang besar mulai dari infrastruktur, logistic serta rumah hunian. Oleh karena itu, dukungan pendanaan yang terstruktur dan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Ia menilai pelibatan BUMN melalui program CSR merupakan langkah yang tepat, karena tidak hanya meringankan beban anggaran pemerintah, tetapi juga memperkuat peran dunia usaha dalam pembangunan sosial.
“Dana CSR tersebut diharapkan dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar, perbaikan fasilitas umum, serta pemulihan ekonomi masyarakat terdampak,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi visi Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roelani yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi dan investasi, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan sosial. Menurutnya, pendekatan ini mencerminkan pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan.
“Penguatan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Ramses Sitorus berharap sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Ia optimistis, dengan dukungan dana CSR yang besar dan pengelolaan yang baik, upaya pemulihan pascabencana di Sumatera dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Agus