Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus mengapresiasi kinerja Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang berhasil menindak dan menangani 68 siswa yang terpapar paham terorisme di 18 provinsi.
Langkah cepat aparat dinilai mampu mencegah potensi aksi kekerasan yang disinyalir menargetkan lingkungan sekolah dan teman sejawat.
Menurut Ramses, penanganan dini terhadap paparan radikalisme di kalangan pelajar merupakan upaya krusial untuk menjaga keselamatan publik sekaligus masa depan generasi muda.
“Pendekatan pencegahan harus diutamakan agar para siswa tidak semakin jauh terjerumus dalam paham kekerasan,” ujar Ramses Sitorus melalui siaran persnya kepada awak media, Rabu (31/12/2025).
Ramses menilai keberhasilan tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan intelijen dan deradikalisasi Densus 88, khususnya dalam memetakan potensi ancaman di sektor pendidikan. Ramses menyebut, sekolah semestinya menjadi ruang aman untuk belajar dan tumbuh, bukan sasaran infiltrasi ideologi ekstrem.
Lebih lanjut, Ramses mendorong agar penanganan kasus-kasus tersebut tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga rehabilitasi dan pembinaan.
“Para siswa yang terpapar masih memiliki peluang besar untuk kembali ke jalur positif melalui pendampingan psikologis, pendidikan kebangsaan, dan penguatan nilai toleransi,” jelasnya.
Ia menambahkan, peran keluarga dan pihak sekolah sangat penting dalam mendeteksi tanda-tanda awal paparan radikalisme. Komunikasi terbuka antara orang tua, guru, dan siswa dinilai menjadi kunci untuk mencegah penyebaran paham terorisme sejak dini.
Ramses juga mengajak pemerintah daerah dan kementerian terkait untuk memperkuat program literasi digital dan pendidikan karakter. Hal ini dianggap penting mengingat penyebaran paham ekstrem kerap memanfaatkan media sosial dan platform daring yang mudah diakses oleh pelajar.
Menutup pernyataannya, Ramses berharap keberhasilan Densus 88 ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan terorisme.
“Perlindungan terhadap anak dan pelajar dari ideologi kekerasan merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga keutuhan dan keamanan bangsa,” pungkasnya. Agus