Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, atas pendekatan humanis dan edukatif yang dilakukan saat berkunjung ke SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/1/2026).
Dalam kunjungannya tersebut, Dadan Hindayana memberikan uang saku kepada para siswa sebagai bentuk motivasi agar mereka mau menghabiskan sayur yang terdapat dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Langkah Kepala BGN, Dadan Hindayana merupakan cara kreatif dan persuasif untuk menanamkan kebiasaan makan sehat sejak dini. Anak-anak dinilai perlu diberikan pemahaman dan dorongan yang menyenangkan agar terbiasa mengonsumsi sayur, yang selama ini kerap kurang diminati oleh siswa sekolah dasar,” ungkap Ramses Sitorus, di Bogor, Jumat (9/1/2026).
Ramses mengatakan, tindakan Kepala BGN bukan semata-mata soal pemberian uang, melainkan sebagai simbol perhatian dan pendekatan psikologis yang tepat kepada anak-anak. Dengan cara tersebut, pesan penting tentang manfaat sayur bagi kesehatan dapat tersampaikan tanpa paksaan.
Ketum Antartika juga menyoroti bahwa edukasi gizi memang membutuhkan metode yang sesuai dengan usia sasaran. Bagi anak-anak, pendekatan langsung, interaktif, dan penuh empati dinilai lebih efektif dibandingkan sekadar instruksi atau imbauan formal.
Kunjungan Kepala BGN ke SDN 01 Kalibaru juga dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program MBG di lapangan. Dengan turun langsung ke sekolah, pemerintah dapat melihat respons siswa sekaligus mengevaluasi menu yang disajikan agar semakin diterima dan disukai.
Ramses berharap momen tersebut dapat menjadi contoh bagi para pendidik dan orang tua untuk terus membiasakan anak-anak mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, terutama sayur dan buah, sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Menutup pernyataannya, Ketum Antartika mengapresiasi komitmen Kepala BGN dalam menjalankan program MBG tidak hanya sebagai program bantuan pangan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan gizi.
“Pendekatan-pendekatan inovatif seperti ini terus dikembangkan demi menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas,” tutupnya. Agus