Produksi Sentra Ikan Asap Desa Tamansari, Dringu Terus Meningkat

Probolinggo, mediaantartika.id – Salah satu hasil komoditas di Kabupaten Probolinggo adalah sektor perikanan. Tidak heran banyak masyarakat yang berada di daerah pesisir berjualan ikan. Ikan-ikan itu diolah menjadi berbagai macam produk. Di antaranya menjadi ikan asap.

Ikan asap hingga kini masih menjadi salah satu menu lauk pauk yang digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Jenis lauk yang banyak disebut warga ikan panggangan ini, rupanya tidak sembarangan dibuat.

Ikan yang digunakannya pun dipilih secara khusus, termasuk bahan pengasap yang digunakan. Asap putih tampak mengepul dari sejumlah Jalan Raya Probolinggo -Situbondo, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Minggu (05/2/23).

Salah satu pedangang di sentra ikan asap tersebut, Ibu Kos (49)th menceritakan, dirinya menjual berbagai macam ikan asap di Desa Tamansari. Seperti ikan manyung, pare, salem, tongkol, petek dan kepala manyung, bagi kami sangat potensi sekali di samping rumah kami berdekatan dengan laut dan juga depan rumah kami adalah jalan pantura sehingga banyak wisatawan yang mampir membeli Ikan,”terangnya

Ibu Kos menjelaskan, dirinya mendapatkan bahan baku untuk ikan asap dari para nelayan sekitar yang biasanya mangkal tiap pagi TPI (tempat pelelangan Ikan). Setelah itu, dirinya baru memproduksi menjadi ikan asap.

“Saya mendapat ikan mentah itu dari para nelayan yang baru pulang dari melaut Setelah itu saya produksi di sini, yaitu dibakar menjadi ikan asap ini,” ujarnya saat ditemui wartawan mediaantartika.id di sentra pengasapan ikan.

Lebih lanjut Ibu Kos menjelaskan, Harganya bervariasi tergantung besar kecilnya ikan dan jenis ikannya, kalau yang kecil dari Rp 3.500 sampai Rp 6.000, yang ukuranya sedang Rp 8.000. Kalau kepala manyung satu kilo Rp 30.000 sampai Rp 35.000, kalau ikan kakap Rp 7.000 sampai Rp 10.000, terus kalau ikan tongkol Rp 12.000,” paparnya.

Sementara menurut Bambang Pembeli Ikan asap, Ini kedua kalinya saya kesini. Dulu warung ini tidak sebesar ini, tapi sekarang sudah jauh meningkat. Penjual ikan asap segar sepanjang Desa Tamansari juga makin banyak. Suasananya sederhana tapi tetap nyaman. Dan juga berada di pinggir jalan utama. Jadi bagi yang melintas lewat Dringu-Probolinggo bisa singgah untuk menikmati ikan asap segar sambil beristirahat,” ungkapnya.

Bambang mengaku kesengsem dengan ikan asap segar khas Probolinggo ini. Menurutnya, cita rasa kuliner ini tidak dapat ditemui ditempat lain. Terlebih, harganya pun relatif murah dan ramah dikantong.

Dalam kunjungannya kali ini, bambang mencicipi dua jenis Ikan Asap yaitu Ikan manyung dan Kakap Putih yang menjadi menu andalan. Bersanding dengan es kelapa muda, suasana khas pesisir pun terasa lebih kental,”ujarnya

Berbagai Ikan laut asap ini merupakan olahan ikan segar yang dimasak dengan cara diasap dan ikan asap bisa dikatakan matang, jika warnanya sudah berubah menjadi kuning keemasan apalagi masak Ikan asapnya pakai bumbu mangut makin maknyus.

“Pokoknya, kalau ke Probolinggo atau lewat Probolinggo jangan lupa berhenti dan cicipi sedapnya Ikan Asap Segar Khas Desa Tamansari,” tuturnya.

“Pas waktunya. Pas menunya. Perjalanan kembali ke jombang dari Kraksaan Probolinggo saya dan rombongan mampir makan malam menu ikan kakap asap bakar segar di Desa Tamansari – Probolinggo. Yang biasa lewat Dringu bisa singgah menikmati ikan segar asap bakar, dan Juga sekalian membeli Ikan asap untuk oleh-oleh” imbuhnya.

Sebagai informasi, di sepanjang kawasan Desa Tamansari, Kecamatan Dringu banyak berjajar warung-warung makan yang menyajikan makanan khas Ikan Asap Segar. Sentra penjualan ikan asap ini menjadi pilihan yang tepat bagi para wisatawan atau pemudik ketika perut koroncongan dalam perjalanan. (Fud/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *