Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.
Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus menyampaikan apresiasi tinggi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) atas keberhasilan Program Makan Bergizi (MBG) yang dinilai memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Salah satu indikator yang disorot adalah lonjakan penjualan sepeda motor yang diproyeksikan menembus angka 4,9 juta unit sepanjang 2025.
Menurut Ketum Antartika Group, implementasi Program MBG yang masif hingga ke berbagai daerah telah mendorong aktivitas distribusi dan mobilitas masyarakat.
“Peningkatan kebutuhan transportasi, khususnya untuk mendukung operasional di tingkat daerah, menjadi salah satu faktor utama melonjaknya permintaan sepeda motor di berbagai wilayah Indonesia,” ungkap Ramses Sitorus melalui siaran pers kepada awak media, Minggu (15/2/2026).
Program MBG yang dikelola oleh BGN dinilai tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap sektor industri otomotif. Para pelaku usaha, khususnya dealer sepeda motor, mengaku mengalami peningkatan permintaan signifikan sejak awal tahun.
Data internal Antartika Group mencatat, kenaikan penjualan hingga 4,9 juta unit di 2025 menunjukkan optimisme pasar yang kuat.
“Pertumbuhan ini disebut sebagai salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan stabilitas daya beli dan meningkatnya kebutuhan kendaraan operasional di daerah-daerah yang menjadi titik distribusi program MBG,” tambahnya.
Tidak hanya sepeda motor, penjualan mobil merek tertentu juga dilaporkan laku keras. Lonjakan ini berkaitan erat dengan kebutuhan operasional di 23.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Setiap unit SPPG disebut membutuhkan kendaraan distribusi untuk menunjang kelancaran program.
Dari total 23.000 SPPG tersebut, diperkirakan dibutuhkan setidaknya 46.000 unit mobil jenis tertentu guna memastikan distribusi berjalan optimal. Artinya, rata-rata setiap SPPG memerlukan dua unit kendaraan operasional untuk mendukung pengangkutan bahan pangan dan logistik lainnya.
Ketum Antartika Group menilai, kebutuhan kendaraan dalam jumlah besar ini menjadi katalis positif bagi industri otomotif nasional.
“Selain meningkatkan volume penjualan, kondisi ini juga berpotensi membuka lapangan kerja baru di sektor distribusi, perawatan kendaraan, hingga pembiayaan otomotif,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap sinergi antara sektor pemerintah melalui BGN dan pelaku usaha swasta dapat terus diperkuat. Dengan pengelolaan program yang konsisten dan tepat sasaran, Program MBG diyakini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional di berbagai sektor strategis. Agus