Pengutipan Sumbangan Extrakulikuler Siswa SMPN 15 Kota Medan di Pertanyakan.

Medan, mediaantartika.id-Pemerhati Pendidikan Sumatera Utara , Jhony Marbun, SH mengatakan , “jangan ada lagi pengutipan dilakukan terhadap siswa melihat besarnya anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan apakah itu BOS , DAK, APBD dan sebagainya, seharusnya orang tua maupun siswa tidak lagi dibebankan dengan pemikiran yang berakibat akan menghambat Dunia Pendidikan” .
Demikikan Jhony Marbun , SH Kamis (9/11/23) diruang kerjanya menyikapi adanya informasi kutipan terhadap siswa SMPN 15 .
” jadi sebenarnya pemerintah sudah memberikan perhatian khusus untuk dunia pendidikan untuk membantu mencerdaskan anak bangsa supaya tidak ada lagi yang bodoh dan tertinggal karena biaya” ,tegasnya.

Untuk diketahui dari informasi yang beredar di SMP N 15 Kota Medan para siswa dilakukan pengutipan dengan bentuk sumbangan.
Secara tugas pokok , fungsi Komite Sekolah melakukan kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan masyarakat.

Hal ini tampak tidak terjadi di SMPN 15 Medan pasalnya komite tersebut diduga dibawah kendali oknum Kepala Sekolah, Dr. Tiurmaida Situmeang.S.Pd. M.Pd bekerja sama untuk melakukan kutipan terhadap siswa dengan mengeluarkan surat edaran untuk memberikan sumbangan , adapun sumbangan tersebut :

  1. Paskriba Rp 9.400.000,-
  2. Pramuka Rp 13.010.000,-
  3. Drumband Rp 19.000.000,-
  4. Tari Rp 3.625.000,-
  5. Karate Rp 3.180.000,-
  6. Kegiatan Tambahan Rp 11.785.000.,-
    Jumlah Rp 60.000.000,-Untuk melaksanakan aksinya Komite Sekolah membuat Selebaran Formulir Sumbangan yang diserahkan kepada siswa dengan pemberian sumbangan bervariasi Rp 50.000 – Rp 200.000.
    Awak media ,Antartika melakukan Konfirmasi melalui pesan WA untuk mempertanyakan kebenaran pengutipan tersebut kepada Kepsek dalam pesan WA menyatakan, silahkan menjumpai Komite Sekolah dengan alasan sedang berada di luar.
    Awak media Antartika melakukan penelusuran ke Sekolah SMPN 15 untuk menemui pihak Komite Sekolah dan bertemu langsung dengan Suheri Can (Ketua Komite )dan Pangihutan Aritonang (Sekretaris Komite), membenarkan adanya pengutipan dalam bentuk sumbangan,
    Pangihutan Aritonang menjelasksn menepis tidak ada unsur kerjasama antara Komite dan Kepala Sekolah , untuk pengutipan tersebut adalah murni dari pemikiran dari Pengurus Komite Sekolah yang dirapatkan dengan Orang tua siswa.

Dijelaskan Pangihutan, bahwa pengutipan dengan bentuk sumbangan dilakukan karena melihat tentang kondisi keuangan sekolah sehingga program ekstra kurikuler tidak berjalan akibat masa transisi pergantian Kepala Sekolah yang digantikan oleh ibu Tiurmaida Situmeang pada Bulan Maret 2023 lalu.
” Jadi ini inisiatif kami dari komite dan tidak ada unsur kerja sama dengan tujuan tertentu, kami tidak mau anak anak kami tertinggal apalagi program kurikulum merdeka sekarang ini lebih menekankan siswa untuk dapat memilih bakatnya , dan ide kami disambut baik oleh ibu Kepsek “.

Dikatakannya, soal selebaran sumbangan yang mengatakan kutipan 50.000 – 200.000 adalah tidak benar , bahwa sumbangan tersebut bersifat sukarela ,” bahkan ada siswa hanya memberika Rp 2000,- dan tidak memberikan sama sekali dengan menuliskan alasan yang kami buat di formulir tersebut” katanya dengan menunjukan data siswa yang memberikan sumbangan.
Lebih jauh dikatakan Suheri Can ( Ketua Komie) bahwa sumbangan ini nantinya bertujuan untuk membantu juga para siswa yang tidak mampu agar tidak terhambat melaksankan belajar disekolah dan kami juga tegas disini untuk peraturan proses belajar antara Guru dan Siswa.
” jadi mungkin sikap ketegasan kami sebagai komite disekolah ada yang dirugikan sehingga membuat kepanasan “, ungkapnya.

Hingga berita in diturunkan belum ada konfirmasi langsung terhadap Kepala Sekolah dan Instansi terkait.
(Anto Simanjuntak/tim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *