Niat Mau Minum Tuak ke Warung Fatner Tuak, Prengki Marpaung Malah di Keroyok Beberapa Orang Peminum Tuak

Toba, mediaantartika.id– Prengki Marpaung warga desa sigordang kecamatan Siantar Narumonda Toba. datang kesalah satu Warung Fatner Tuak guna untuk minum tuak karena sudah merasa capek seharian dari sawah, ternyata malah terjadi percekcokan dengan beberapa pelanggan peminum tuak Rio selaku pemilik warung.

Pada saat prengki Marpaung menyapa atau menegur saudaranya, (iparnya) suami dari kakaknya tiba tiba Tua parulian hutagaol yang menyahut serta berkata kotor.

Prengki Marpaung mendengar bahasa kotor itu dirinya tidak Terima lalu prengki memukul kepala Tua dengan sebuah gelas hungga kepalaTua mengalami luka dan berlumur darah

Melihat kepala Tua sudah berlumur darah akibat pukulan prengki Marpaung dengan sebuah gelas tersebut, tiba tiba juga prengki merasa sadar diri, dan ingin memeluk Tua, Namun Pernando hutagaol bersama teman temanya langsung memukul Prengki Marpaung serta mengeroyok secara tiba tiba dan juga menyeret ke jalan raya (aspal).

Esok harinya prengki marpaung bersama temanya menyampaikan kepada kepala desa Panindi Parningotan Marpaung, rencana mau minta maaf dan juga untuk niat berdamai.

Namun Pernando hutagaol selaku perangkat Desa Panindi bersama kepala desa mendatangi Prengki Marpaung untuk membicarakan permasalahan tersebut di rumah amang boru prengki, Pernando hutagaol malah memaksa serta menekan prengki Marpaung supaya membayar sepuluh juta rupiah untuk biaya upah raja sebutnya. karena kamu sudah membuat masalah di kampung ini ucapnya.

Lalu prengki mengatakan pada saat itu, saya tidak punya uang sebanyak itu ujarnya. tapi kalau lima juta rupiah mungkin saya sanggup untuk membayar pungkasnya kembali.

Pernando hutagaol tetap mengatakan itu belum termasuk biaya perobatan Tua parulian katanya, itu hanya biaya upah raja karena kamu sudah mukul kepala Tua sampai berdarah pungkasnya kembali

Setelah itu prengki selaku korban pengeroyokan merasa dirinya tidak Terima atas ucapan pernando hutagaol, dirinya langsung membuat laporan kepolisian ke polres Toba,

Dan kelompok pengeroyok juga membuat laporan ke Polsek Silaen

Dirinya mengatakan kepada kakak prengki bahwa prengki sudah mengiayakan untuk membayar lima juta rupiah kepada kakak prengki Marpaung

Prengki Marpaung Marpaung saat di konfirmasi mediaantartika.id di sebuah rumah atas kejadian tersebut dirinya bersedia menerima hukuman atas perbuatanya, dan juga yang mengeroyok saya juga harus di tahan jangan hanya saya sendiri, ucapnya. karena saya juga sudah mengalami luka dan juga di seret seret di jalan (aspal) imbuhnya.

Tapi permasalahan nya pihak kepolisian sampai sekarang belum memanggil kelompok pengeroyok pungkasnya kembali.

(Andy Sihombing)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *