Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas langkah diplomatik strategisnya dengan menemui Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam rangka memperkuat hubungan bilateral kedua Negara pada Senin (16/2/2027).
Pertemuan tersebut dinilai sebagai langkah konkret dalam memperluas kerja sama strategis di berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama.
Menurut Ketum Antartika, kunjungan tersebut mencerminkan komitmen kuat Indonesia untuk terus berperan aktif dalam percaturan global. Ia menilai diplomasi langsung antar kepala negara memiliki arti penting dalam membangun kepercayaan, mempercepat realisasi kerja sama, serta membuka peluang investasi dan kolaborasi yang lebih luas.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara akan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kerja sama perdagangan dan investasi, ketahanan energi, hingga penguatan sektor pertahanan dan keamanan regional. Selain itu, isu stabilitas kawasan Indo-Pasifik juga menjadi topik penting yang dibicarakan secara mendalam.
“Langkah Presiden Prabowo menunjukkan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang aktif, terukur, dan berorientasi pada kepentingan nasional,” ujar Ramses Sitrorus dalam siaran persnya, Selasa (17/2/2026).
Ia menilai, pendekatan dialog langsung dengan pemimpin negara mitra strategis seperti Amerika Serikat akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan posisi tawar Indonesia di tingkat internasional.
Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran kedua pejabat tersebut memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam membahas isu-isu konkret, khususnya di bidang energi dan investasi strategis.
Ketum Antartika juga menyoroti pentingnya penguatan kerja sama di sektor energi, termasuk transisi energi dan pengembangan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Ia berharap, melalui komunikasi tingkat tinggi ini, Indonesia dapat memperoleh akses teknologi, peningkatan kapasitas, serta peluang pendanaan yang mendukung agenda pembangunan nasional.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Amerika Serikat selama ini telah terjalin baik, namun masih memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan.
Oleh karena itu, pertemuan bilateral ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperbarui komitmen dan menyusun langkah kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan.
Sebagai penutup, Ketum Antartika menegaskan dukungan penuh terhadap upaya diplomasi Presiden Prabowo. Ia optimistis bahwa kunjungan tersebut akan membawa hasil konkret bagi kemajuan bangsa, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif, berdaulat, dan diperhitungkan dalam dinamika global. Agus