Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dimulai pada tanggal 8 serentak di seluruh Indonesia, setelah berakhirnya libur sekolah. Program ini dinilai sebagai langkah tepat untuk memastikan kesiapan sekolah dan peserta didik dalam menerima manfaat secara optimal.
Ramses menilai penentuan waktu pelaksanaan MBG usai libur sekolah merupakan keputusan strategis. Menurutnya, dimulainya program saat kegiatan belajar mengajar kembali normal akan memudahkan koordinasi antara sekolah, tenaga pendidik, serta pihak penyedia makanan bergizi.
“Waktu pelaksanaan yang diumumkan oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana merupakan kebijakan yang patut kita dukung sepenuhnya, sebab dibutuhkan Persiapan yang sangat baik seperti kesiapan dapur, distribusi, sumber daya manusia, serta penguatan standar keamanan pangan,” ungkap Ramses Sitorus di Dapur SPPG Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (27/12/2025).
Dalam keterangannya, Kepala BGN menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG secara serentak di seluruh Indonesia dimulai pada 8 Januari 2026, hal itu dilakukan karena dapur SPPG membutuhkan persiapan matang, baik dari sisi logistik, distribusi, maupun pengawasan kualitas gizi. Oleh karena itu, waktu setelah libur sekolah dianggap paling ideal agar program dapat berjalan tertib dan terorganisasi.
“MBG akan dimulai secara serempak pada 8 Januari 2026. Sebelumnya, pada tanggal 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026 ditetapkan sebagai hari persiapan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia,” kata Dadan melansir Antara, Jumat (26/12/2025).
Ketum Antartika juga menekankan bahwa program MBG memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah. Asupan gizi yang cukup dan seimbang diyakini dapat meningkatkan konsentrasi belajar, kesehatan fisik, serta prestasi akademik siswa.
Lebih lanjut, Ramses mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, pemerintah daerah, dan dunia usaha, untuk bersama-sama menyukseskan program MBG.
“Keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat,” lanjutnya.
Dengan dimulainya MBG pada tanggal 8 setelah libur sekolah, diharapkan program ini dapat berjalan serentak dan memberikan manfaat nyata bagi jutaan pelajar di seluruh Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak menjadi modal penting dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Agus