Mading Pengaduan Rakyat (MPR) Resmi Diresmikan di Medan oleh beberapa Pimpinan Organisasi di Sumatera Utara.

Sumatera Utara, Mediaantartika.id – Hari ini, tepat tanggal 2 Maret 2024, sebuah tonggak sejarah baru terjadi di Medan, Sumatera Utara. Dengan langkah tegas dan determinasi, beberapa pengurus organisasi terkemuka di Sumatera Utara bersatu untuk mendirikan Mading Pengaduan Rakyat (MPR), sebuah platform revolusioner yang bertujuan untuk memberikan suara kepada rakyat dan menjadi corong bagi aspirasi mereka.

Keputusan ini diawali oleh kerjasama erat antara Samuel Marpaung, tokoh yang dikenal dari organisasi BKAG (Bina Kerjasama Antar Generasi), Dedy R. Sihombing, Ketua dari ANTARTIKA (Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran) SUMUT, Ustadz Martono selaku Ketum FKIB (Forum Kebhinnekaan Indonesia Bersatu), dan Dedy Mauritz Simanjuntak, selaku Ketua dari MUKI (Majelis Umat Kristen Indonesia) SUMUT. Bersama, mereka membangun sebuah panggung untuk menguatkan suara rakyat dan memperjuangkan keadilan serta kesejahteraan bagi semua.

MPR menjadi tonggak penting dalam upaya menghadirkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif rakyat dalam proses pembangunan dan pemerintahan. Platform ini akan menjadi tempat bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, aspirasi, serta saran konstruktif untuk perbaikan yang berkelanjutan.

Pada acara peresmiannya, dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat, tokoh agama, pemimpin organisasi, serta para aktivis, Samuel Marpaung menyatakan, “MPR bukanlah semata sebuah platform, tetapi simbol kebersamaan dan kekuatan rakyat untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.”

Sementara itu, Dedy R. Sihombing menekankan, “MPR akan menjadi garda terdepan dalam memerangi segala bentuk penyimpangan dan ketidakadilan, terutama dalam penyalahgunaan narkoba dan korupsi anggaran yang merugikan rakyat banyak.”

Ustadz Martono menambahkan, “Dengan semangat kebhinekaan dan persatuan, MPR akan menjadi wahana bagi semua elemen masyarakat untuk bersatu dalam semangat keadilan dan persamaan.”

Dan dari sudut pandang agama, Dedy Mauritz Simanjuntak menyatakan, “MPR tidak hanya mendengarkan suara mayoritas, tetapi juga memberikan perlindungan bagi minoritas serta memastikan hak-hak semua orang dihormati dan dipertahankan.”

MPR bukanlah hanya sekadar sebuah organisasi, tetapi sebuah perwujudan nyata dari semangat kebersamaan dan keadilan. Dengan dukungan penuh dari masyarakat Sumatera Utara dan komitmen keras dari para pendirinya, MPR siap untuk menjadi penggerak perubahan yang positif bagi negeri ini. (Ekg/*Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *