Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Antartika Group, Ramses Sitorus melakukan kunjungan kerja ke SPPG Yayasan Antartika Indonesia Raya yang berlokasi di Sangiang, Rancaekek, Jawa Barat, Selasa (3/3/2026). Dapur SPPG Yayasan Antartika Indonesia Raya yang berlokasi di Sangiang, Rancaekek, Jawa Barat sendiri mulai beroperasi memberikan manfaat MBG sejak 3 Februari 2026 lalu.
Agenda kunjungan Ketum Antartika ingin memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai standar, terutama dalam hal pengawasan bahan baku dan distribusi makanan. Ketum Antartika berkesempatan meninjau langsung proses penerimaan bahan baku, pengolahan, hingga tahap pemorsian sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat sejak awal guna menjamin kualitas dan keamanan pangan yang akan disalurkan.
“Kami minta Kepala SPPG beserta seluruh jajaran untuk melakukan pengawasan bahan baku secara ketat. Setiap bahan yang masuk harus melalui proses pengecekan kualitas, tanggal kedaluwarsa, serta standar kebersihan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan,” ungkap Ramses Sitorus dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026) di Dapur SPPG Yayasan Antartika Indonesia Raya yang berlokasi di Sangiang, Rancaekek, Jawa Barat.
Selain itu, Ramses juga memberikan masukan kepada Ahli Gizi yang bertugas di SPPG untuk melakukan pendampingan dan pengawasan intensif di divisi persiapan, pengolahan, dan pemorsian. Menurutnya, peran Ahli Gizi sangat vital dalam memastikan makanan yang diproduksi tidak hanya aman, tetapi juga memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.

“Pendampingan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses persiapan bahan hingga pemorsian. Semua harus aman sebelum didistribusikan,” tegas Ramses di sela-sela kunjungan.
Tak hanya itu, Ramses juga memberikan arahan kepada Asisten Lapangan (ASLAP) untuk melakukan kontrol terhadap menu yang akan didistribusikan. Ia meminta agar ASLAP memastikan kesesuaian menu dengan perencanaan yang telah ditetapkan serta menjamin kualitas makanan tetap terjaga saat pengiriman.
ASLAP juga diminta untuk menyiapkan surat jalan sebagai bagian dari administrasi distribusi. Ramses menegaskan bahwa dokumen tersebut penting untuk memastikan proses penyaluran berjalan tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengawasan dalam proses pendistribusian agar bantuan benar-benar tepat sasaran. “Distribusi yang baik tidak hanya soal ketepatan waktu, tetapi juga memastikan penerima manfaat mendapatkan haknya secara utuh dan layak,” lanjutnya.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari komitmen Antartika Group untuk menjaga standar operasional yang profesional dan akuntabel. Ramses berharap seluruh jajaran SPPG Yayasan Antartika Indonesia Raya di seluruh Indonesia dapat terus meningkatkan disiplin kerja, menjaga kualitas, serta mengedepankan prinsip kehati-hatian demi mendukung program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Agus