Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Korupsi Anggaran (ANTARTIKA), Ramses Sitorus, menyampaikan bahwa Taklimat Awal Tahun 2026 yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, merupakan momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi nasional.
Kegiatan yang digelar di Istana Negara tersebut menjadi sarana strategis bagi pemerintah untuk menyampaikan arah kebijakan nasional, khususnya terkait penguatan peran perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa.
Menurut Ketum Antartika, kehadiran sekitar 1.200 pimpinan perguruan tinggi dari berbagai daerah se-Indonesia menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun komunikasi langsung dengan para pemangku kepentingan pendidikan tinggi.
“Rektor, ketua, dan pimpinan perguruan tinggi dipandang sebagai aktor kunci dalam menerjemahkan kebijakan negara ke dalam praktik akademik dan kelembagaan,” ungkap Ramses Sitorus dalam siaran persnya kepada awak media, Senin (19/1/2026).
Ramses menilai bahwa taklimat awal tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga substantif. Presiden Prabowo secara langsung menyampaikan visi dan prioritas pemerintah dalam mendorong perguruan tinggi agar berperan aktif dalam penguatan sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan karakter kebangsaan.
“Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, nasionalisme, dan kepedulian sosial,” tambahnya.
Selain itu, ia menyoroti pesan Presiden terkait perlunya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan tinggi, dan sektor industri. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi dapat diaplikasikan secara nyata dan memberi dampak langsung bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Taklimat tersebut juga menjadi ruang konsolidasi nasional bagi pimpinan perguruan tinggi. Ketum Antartika menilai pertemuan ini membuka peluang terbangunnya kesamaan visi antara pemerintah pusat dan institusi pendidikan tinggi dalam menghadapi tantangan global, termasuk transformasi digital dan persaingan internasional.
“Penguatan peran strategis perguruan tinggi juga harus diiringi dengan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, baik dari sisi regulasi, pendanaan, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen dan tenaga kependidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ketum Antartika berharap hasil dari taklimat awal tahun ini dapat ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret di tingkat kementerian dan lembaga terkait. Implementasi kebijakan yang konsisten dinilai akan memperkuat kepercayaan perguruan tinggi terhadap komitmen pemerintah.
Menutup pernyataannya, Ketum Antartika menyampaikan apresiasi atas inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan langsung pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Ia berharap momentum ini dapat menjadi titik awal penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, progresif, dan berdaya saing global. Agus