Jakarta, Antartika Media Indonesia – Ketua Umum Aliansi Anti Narkoba dan Tindak Pidana Anggaran (Antartika), Ramses Sitorus, SM., MM., MH., Ketua Umum Antartika menilai sikap kenegarawanan yang ditunjukkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menyikapi berbagai kritik publik memberikan pengaruh besar terhadap dinamika politik di Indonesia.
Menurutnya, cara Gibran merespons kritik secara terbuka dan tenang menjadi contoh positif bagi perkembangan demokrasi.
Ketum Antartika menyebut bahwa di tengah iklim politik yang kerap diwarnai polarisasi, sikap Gibran justru memperlihatkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Ia tidak menunjukkan reaksi berlebihan, melainkan memilih pendekatan dialog dan klarifikasi yang konstruktif.
Menurutnya, sikap tersebut memiliki dampak signifikan bagi generasi muda yang saat ini semakin aktif mengikuti isu-isu politik. Anak muda dinilai membutuhkan figur pemimpin yang mampu menerima kritik sebagai bagian dari proses demokrasi, bukan sebagai ancaman.
“Cara Wakil Presiden Gibran menyikapi kritik memberikan pesan kuat bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam negara demokrasi,” ujar Ramses Sitorus dalam pernyataannya kepada media, Jumat (6/2/2026).
Ia menambahkan bahwa keteladanan seperti ini penting untuk membangun budaya politik yang sehat. Dengan menunjukkan sikap terbuka dan kenegarawanan, Gibran dinilai mampu meredam ketegangan politik sekaligus mendorong diskusi publik yang lebih substantif.
Ketum Antartika juga menilai bahwa pendekatan Gibran relevan dengan karakter anak muda yang kritis dan aktif di ruang digital. Respons yang komunikatif dan tidak defensif dianggap mampu menjembatani jarak antara pemerintah dan generasi muda.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa sikap tersebut berpotensi meningkatkan kepercayaan publik, khususnya kaum muda, terhadap institusi politik dan pemerintahan. Kepercayaan ini dinilai penting untuk mendorong partisipasi politik yang lebih luas dan berkualitas.
Selain itu, Ketum Antartika berharap sikap kenegarawanan seperti yang ditunjukkan Wakil Presiden Gibran dapat menjadi contoh bagi pejabat publik lainnya. Dengan demikian, ruang demokrasi di Indonesia dapat berkembang secara lebih dewasa dan inklusif.
Ke depan, ia optimistis bahwa pengaruh positif dari sikap Gibran dalam menyikapi kritik akan membentuk pola komunikasi politik yang lebih sehat. Hal ini diharapkan mampu menciptakan iklim politik yang kondusif serta mendorong peran aktif anak muda dalam pembangunan bangsa. Agus